Blog Image

Blog

B U C U I N K E D T R I B E series

June 11, 2021
/
EVENT , ISSUES , PROFILE , REVIEW

BUCUMengenal seni tattoo dari kultur musik Bandung, khusunya scene hiphop, Bucu  kemudian tertarik untuk punya tattoo sendiri karena beberapa penggiat hiphop yang dia kenal memiliki tattoo. Studio Lucky tattoo ( Mas Untung) adalah tempat dimana Bucu memiliki tattoo pertamanya. Ketertarikanya pada seni rajah tubuh ini makin bertambah ketika dirinya nonton event tattoo convention yang digelar di Bandung beberapa tahun kebelakang. Memutuskan untuk mendalami seni tattoo tidak mudah untuk pemilik nama lahir Herlingga sanjuli ini, karena kala itu biayanya lumayan mahal, energi dan interestnya pun harus “digeser” dulu dengan mengerjakan project ilustrasi dan design, hingga akhirnya salah satu rekan group hiphop-nya memberikan mesin tattoo pertamanya dan dirinya juga mulai nyicil untuk melengkapi gear tattoonya sendiri dan mulai ngulik teknik basic mentattoo ke teman-temanya yang bersedia jadi volunteer untuk jadi kanvas. Lima tahun lalu karirnya sebagai seniman tattoo pun dimulai.

Debut profesionalnya di ranah tattoo adalah ketika menjadi residen artist di studio harajuku, Samarinda, Kaltim, setelah dua tahun akhirnya Bucu memutuskan untuk membuka studio bekerja sama dengan Maheng (still ink studio). 

Karya-karya Black & Grey dari Carlos Torres - David Vega - Arlo - Tian (anywhere ink) - Ryan garismati (luxury ink) menjadi influencenya. 

Untuk colored tattoo, palete warna dari - Dimitry Samohin -Steve Butcher- Benjamin Laukis- Atta Ink (Sabian Ink) - Revo over ink (luxury ink) yang jadi rujukan dalam karya-karyanya.


The Series : Eternity

 

BUCUDalam project kolektif kali ini, untuk konsep desainya Bucu mengambil nuasa budaya Mesir kuno, sosok mumifikasi dari Chleopatra yang terbungkus sarchopagus dari emas yang pecah hingga akhinya menampakan separuh wajahnya menjadi main story-nya ,elemen lain yang mendukung nuansa negeri piramid ini adalah figur yang sering ditemui dalam tulisan heiroglyph, seperti pharaoh, anubis (dewa kematian) sosok dengan tubuh manusia dan berkepala Jackal (sejenis anjing liar) dan mungkin bennu (simbol kelahiran ) sosok manusia dengan kepala burung Heron (bangau). Komposisi warna yang didominasi palete dengan temperatur dingin menegaskan metafora tentang alam keabadian. 

 

Kebudayaan mesir kuno mempercayai bahwa kehidupan tidak berakhir dalam kematian, mereka menganggap kematian hanyalah perpindahan ke fase kehidupan yang abadi. Mumifikasi menjadi ritual sekaligus simbol kehidupan yang kekal. INSTAGRAM : magnabucu