Blog Image

Blog

O L D Mixtapes Metalcore

December 3, 2020

 

 

 



Metalcore mungkin menjadi salah satu dari sedikit Sub-Genre musik bawah tanah yang memunculkan rentang sound yang beragam. Buat yang sempat menyimak perkembanganya di pertengahan 1990 hingga 2000-an, babak ini menunjukan momen ketika Heavy Metal dan Hardcore Punk beradu dengan genre baru, menjadi sebuah gerakan akar rumput yang baru dan mungkin menjadi masa yang menyegarkan.

Kedua basic element-nya ( Heavy metal dan Hardcore Punk) sangat valid, dan menjadikan genre ini seperti kanvas kosong untuk para musisi kala itu. Dengan struktur Punk menjadi pondasi dan pendekatan baru dari sound Metal, yang telah melahirkan komposisi dengan kemungkinan dan jangkauan yang lebih luas, noise eksperimental dan riff-riff yang kuat dengan kadar memabukan yang tinggi. Tergolong muda, selama rentang perjalanananya genre ini telah mencetak beberapa album yang mungkin bisa menjadi marka perjalananya, dan mungkin beberapa dari kita sempat menjadikanya anthem dan asupan audio yang konstan berotasi di Walkman, CD & MP3 Player portable kala itu.

 

So, Mari kita putar kembali tumpukan kaset, CD atau file MP3 dua dekade kebelakang !

 

1. Converge, 'Jane Doe' (2001) - Deathwish Inc

 

Jane doeJane Doe masih menjadi Alpha dan Omega-nya dari Metalcore, rekaman yang telah menginspirasi banyak musisi.Dengan kegilaan dan noise hingga atmosfir dari pengaruh judul track-nya, mewakili sebagian besar dari yang terjadi di ranah metalcore kala itu. Beberapa dekade setelahnya, album ini masih memiliki kualitas sound yang bagus yang menandakan bahwa albu ini diproduksi dengan sangat baik dibanding dengan kebanyakan hasil rekaman kala itu. “ Jane Doe “ masih menjadi album yang berpengaruh hingga saat ini.

2. Poison the Well, 'The Opposite of December' (1999) - Trustkill Records

 

Poison The wellRekaman yang telah menginspirasi barisan peniru yang gagal melakukanya sebaik mereka, “Opposite of December”-nya Poison the well, menujukan bagaimana fusi antara karakter Metal yang abrasif dengan bagian-bagian aransemen yang emosional bisa sangat kuat impactnya. Pendekatan vokal  Jeffrey Moreira yang depresi dan hopeless dengan kadar yang bisa memicu emosi yang kuat.

 

3. The Dillinger Escape Plan, 'Calculating Infinity' (1999) - Relapse Records

 

Dillinger Escape PlanMuncul dari kemampuan teknis dan kemarahan yang murni, album “Calculating Infinity” menjadi salah satu yang paling menginspirasi, album yang paling “berisik”, rekaman dengan peralihan rhytm section yang sukar untuk diikuti sekaligus dengan pukulan beat yang membuat kita tidak ingin cepat mengakhirinya. 

 


4. Killswitch Engage, 'Alive or Just Breathing' (2002) - Roadrunner Records

 

Killswitch EngageAlbum sophomore (ke dua) “Alive or just Breathing” yang ditulis Killswitch Engage dan yang akan menjadi landasan trend dari genre serupa di dekade berikutnya.Dengan pilihan style yang tajam dengan kombinasi energy adrenalin yang tinggi dari Trash Metal, juga dengan chorus yang catchy sebagai tulang belakangnya. Mengukuhkan Adam D (Guitaris, Co-lead Vocal) sebagai produser yang handal dari genre ini.

 

5. Botch, 'We Are the Romans' (1999) - Hydra Head Records

 

Killswitch EngageSebagai Band, Botch hanya aktif selama kira-kira 9 tahun-an, tetapi dalam waktu itu mereka merilis album “We Are The Romans”, album yang memisahkan mereka dari cetakan genre metalcore kala itu.Diproduksi dengan stuktur rhythm mathcore dengan tingkat kerumitan yang membedakan mereka dari band seangkatanya, seperti misal The Dilinger Escape Plan.

 


6. Bring Me the Horizon, 'Sempiternal' (2003) - Epitaph

 

BMTH Di pertengahan 2000-an, metalcore sering dikritik sebagai pencela, karena dianggap memiliki kecenderungan ke arah pop, hal ini menjadi semacam habatan bagi perkembanganya. Tapi, Bring Me The Horizon berhasil menunjukan apa yang bisa dicapai dengan menggabungkan ranah bawah tanah dengan pop, dan seberapa efektifnya hal tersebut. Album ke-4 mereka “Sempiternal” menjadi salah satu album terbaik mereka, menggabungkan atmosfer electronic kedalam fomulanya, menghasilkan rekaman yang menyebrangi batasan-batasan Metal.

 

7. Earth Crisis, 'Destroy the Machines' (1995) - Victory Records

 

Earth Crisis



Dengan pengaruh dari Band New York Hardcore, seperti Cro-Mags dan raksasa metal Slayer, Earth Crisis, sukses menghantarkan element-element “menyenangkan” dari keduanya lewat album “Destroy the Machines”. Riff yang bisa dihantarkan dengan sound yang sangat Low dengan tepian yang kasar dikombinasikan dengan rentetan refleks beat drum, Earth Crisis hanya ingin meruntuhkan Dunia dengan agresi dan kemarahan yang murni.

 



8. Integrity, 'Those Who Fear Tomorrow' (1991) - Organized Crime Records

IntegrityIntegrity tidak diragukan lagi telah memetakan arah untuk metalcore saat mereka muncul di skena Punk Cleveland di era  akhir 80-an . Setelah serangkaian seri Album EP, mereka merilis album “Those Who Fear Tomorrow” di tahun 1991, mengawali misi mereka, misi untuk membangun pondasi hibrida hadrcode punk dengan asupan sound Metalic, mereka merilis album yang menghantam, dan mengukuhkan Dwid Hellion sebagai salah satu vokalis Hardcore yang ikonik.

 

9. Cave In, 'Until Your Heart Stops' (1998) - Hydra Head Records

 

CAve InEra akhir 90-an telah menetaskan beberapa album Genre metalcore yang paling eksploratif dan menyenangkan, dan album “ Until Your Heart Stops” dari Cave in menjadi salah satunya. Sementara kebanyakan band hanya sekedar bertahan di genres ini, Cave In menciptakan karya epik yang tidak memeperdulikan pendapat audiencenya, bolak-balik antara Metal core dan eksperimen dengan style lainya, kemanapun arahnya Cave In selalu menghasilkan track yang ganas.

 

10. As I Lay Dying, 'Frail Words Collapse' (2003) - Metal Blade Records

 

As I Lay DyingAs I Lay Dying “ Frail Words Collapse” bisa dibilang salah satu labum yang menjadi landmark dalam ranah musik ekstrem. Menggabungkan riffs ala At The Gates dengan komposisi vokal Poison the Well secara ampuh, Band ini juga menjadi landasan inspirasi untuk generasi selanjutnya. Mulai dari komposisi Gitar yang dinamis hingga ke pendekatan bagian breakdown beat dan aransement chord yang dengan sengaja dibikin tidak selaras, album ini memiliki banyak elemen yang bisa dibongkar.

 

11. Shai Hulud, 'Hearts Once Nourished With Hope and Compassion' (1997) - Crisis/Revelation Records

 

Shai HuludDengan hanya sembilan track, Shai Hulud menciptakan sebuah warisan di album “Hearts Nourished With Hope and Compassion” menangkap palette emosi yang luas, merangkai emosi yang intense juga menciptakan sound yang lantang, track Hardcore yang abrasif yang menangkap mood dan perasaan menderita lalu mengartikulasikanya sebagai sound.



12. Killswitch Engage, 'The End of Heartache' (2004) - Roadrunner Records

Killswitch EngageTidak banyak Band yang bisa survive saat lead vokal, saat vokalis mereka sebelumnya Jesse Leach hengkang di tahun 2002, mereka harus berpikir cepat dan mencari penggantinya. Semuanya terbayar ketika Howard Jones yang membantu kelahiran album “ The End of Heartache”. Jones memiliki kapasitas vokal yang clean dan kotor, membantu mereka untuk mengukuhkan posisnya di ranah metalcore.

 

13. Snapcase, 'Progression Through Unlearning' (1997)

Snap case“Progression Through Unlearning” adalah album yang sedikit banyak yang bertanggung jawab peningkatan penjualan drumkit di era akhir 90-an. Karya-karya Snapcase mengaplikasikan sound yang lebih modern difusikan dengan set rhythm yang beragam, menghasilkan album yang dinamis dan memorable.

 

14. Avenged Sevenfold, 'Waking the Fallen' (2003) - Hopeless Records

 

Avenged SevenfoldAvenged Sevenfold tidak selalu  berada disisi jalur utama seperti sekarang-sekarang ini. Di tahun 2003, mereka merilis “Waking the Fallen”, album yang mengukuhkan posisi mereka di ranah musik ekstreem karena penulisan album yang baik. Album dengan komposisi beat breakdown yang pecah, sementara itu album ini juga sukses menunjukan skill setiap personelnya.

 


15. Hatebreed, 'Satisfaction Is the Death of Desire' (1997) - Victory Records

 

HateBreedAlbum klasik untuk metalhead dan hardcore kids, Hatebreed menunjukan kekuatan yang menghancurkan yang bisa dirasakan di album mereka yang cepat dan tanpa basa-basi. “Satisfaction is the Death of Desire” menegaskan sudut pandang mereka tentang kehidupan, vokalis Jamey Jasta menolak untuk dicegah oleh siapa pun, kata-katanya memberikan musik Hatebreed kekuatan.

 

16. Every Time I Die, 'Hot Damn' (2003) - Ferret Music

 

Every time I DieTidak setiap album Metalcore perlu mengangkat hal-hal yang terlalu serius. Album ke-2 dari Every Time I Die bertitle “Hot Damn” mencampur elemen Humor dan Satire dengan sangat ringan, menciptakan komposisi Trashers  yang dengan dinamis bisa berpindah dari bobot yang berat ke rhytem yang menari-nari. Beberapa Fans Metal sempat menolaknya, karena hal tersebut terkesan mengolok-olok genre ini,tetapi sebaliknya hal itu justru membuka kemungkinan yang lebih luas dari genre Metalcore.

 

17. Between the Buried And Me, 'The Silent Circus' (2003)- Victory Records

Betwen The Buried and MeMenyimak album ke-2 Between The Buried and Me, “ The Silent Circus “ dan album setelahnya menunjukan bahwa mereka adalah salah satu Band yang konsisten dengan karakter mereka, seperti DNA yang dapat kita simak dalam setiap set list albumnya, bahkan hingga hari ini.

 

18. Zao, 'Where Blood and Fire Bring Rest' (1998) - Solid State/Tooth & Nail

 

ZAOSalah satu indetifikasi Genre metal yang paling mudah dikenali adalah dari pendekatan Vokal-nya, dan ZAO mengemas salah satu gaya vokal yang paling Savage dalam sejarah genre ini. Album  “ Where Blood And Fire Bring Rest “ Dengan konten sekitaran kematian orang tersayang, keberanian dan agama dituturkan dengan geram dan terdistorsi dengan lembut oleh aransemen yang tepat.

 

19. Norma Jean, 'Bless the Martyr, Kiss the Child' (2002) - Solid State Records

Norma JEANMengikuti jejak  Zao dan As I Lay Dying, Norma Jean “Bless the Martys , Kiss the Child” melanjutkan trend dari Christian metalcore untuk meninggalkan jejaknya di ranah metalcore. Mengambil inspirasi juga dari Converge dan beberapa band era itu, albumnya berisi lapisan kekacauan yang tetap proporsi dari tracks ke tracks-nya. Mereka merilis 7 album lagi setelahnya.

 

20. The Devil Wears Prada, 'Dead Throne' (2011) - Ferret Music

 

The Devil Wears PradaDi era pertengahan 2000-an, banyak band yang merasakan dampak dari scenecore (fanatik berlebih di dalam skena), dan tidak ada yang berani menentangnya seperti yang dilakukan The Devil Wears Prada .  Dengan  “ Dead Throne” mereka melepas salah satu album yang paling agresif, mereka menunjukan bahwa mereka dapat menciptakan riff-riff monster dengan atmospheric post-rock, album yang mendobrak kefanatikan  dan membuka babak baru dari The Devil Wears Prada.

 

21. Eighteen Visions, 'Until the Ink Runs Out' (2000) - Trustkill Records

 

Eighteen VisionSebelum Eighteen Vision mencampur Hard rock ke dalam formulanya, mereka adalah salah satu band metal core yang ganas di era 90-an, melakukan lompatan di album sophomore mereka “Until the Ink runs Out”. Apa yang mereka kemas adalah album yang nosiy dan mendesak dengan perpindahan dinamis antara groove yang melompat-lompat ke agresi total. Beberapa sampling dari Film memberikan mood dalam track nya lebih jauh lagi, alhasil album ini adalah setumpukan kemarahan yang nyata.

 

22. Parkway Drive, 'Horizons' (2007) - Epitaph Records

 

Parkway DriveBeat breakdown yang melampaui batas pada akhirnya menjadi punchline dari metalcore, dan mungkin yang dapat dituding sebagai penyebabnya adalah Parkway Drive. Dengan mudah mereka dapat membuat beat breakdown yang menghentak-hentak dalam track yang mereka hasilkan, beat breakdown yang selalu bergeser-geser diantara part mosh pit beat yang intens. Pola ini banyak ditiru olah band lainya, meski demikian tidak ada yang melakukanya sebaik dan se-stylish Parkway Drive.



23. From Autumn to Ashes, 'Too Bad You’re Beautiful' (2001) - Ferret Music

From Autumn to AshesDi tahun 2001, sangat sedikit orang yang bisa mengira-ngira influence yang dimiliki dari Band asal Long Island - Autumn to Ashes. Dengan album debut mereka “ Too Bad You’re Beeautiful “, mereka memperluas pondasi yang ditinggalkan oleh Poison the Well, menggabungkan prinsip emotive hardcore dan metal. Beberapa tracks seperti salah satunya “ Short Stories With Tragic Ending” memasukan banyak instrumen berbeda untuk menghasilkan standar yang lebih tinggi dari Genre ini.



24. Underoath, 'Define the Great Line' (2007) - Tooth & Nail Records

UnderoathDiakhir tahun 2000-an Metalcore mengalami masa stagnan yang akut, mengalami masa dimana originalitas dan variasi dari band ke band-nya hampir tidak ada terobosan baru. Secara mengejutkan Underoath membawa element baru  dengan “ Define The Great Line”. Dengan mengemas komposisi post-rock dan sampling sound kedalam riff-riff dan distorsi mereka, pola vokal sing/scream dari Spencer Chamberlin dan Aaron Gilespe mengalir dengan dinamik juga menjadi sisi segar yang mereka tawarkan. 

25. Code Orange, 'Forever' (2017) - Roadrunner Records

Code Orange

Mungkin sedikit terlalu dini untuk menyimpulkan apa yang mempengaruhi aransemen musik Code Orange di ranah musik ekstreme, tapi album ke-3 mereka bisa menjadi pertanda yang bagus tentang apa yang akan diproduksi selanjutnya. Mengkombinasikan elemen yang random dari genre Industrial, noise, metal dan Hardcore, album ini juga yang menegaskan nama mereka di ranah musik bawah tanah.










Disadur dan diringkas dari, LOUDWIRE