Blog Image

Blog

SENI dan RESISTANSI

October 15, 2020
/
ISSUES , REVIEW
SENI dan RESISTANSI image

Sangat sulit untuk melacak dalam catatan sejarah, sejak kapan "Seni Protes" eksis, atau sejak kapan ranah Seni dan Resistansi lebur menjadi satu media protes, mungkin karena disebabkan terlalu banyak varisasinya dalam rentangan sejarah.

Mari sejenak mengesampingkan keterikatan Seni dengan ruang konsumsi pada umumnya (semacam galeri, Amphiteather dan lainya), "Seni Protes" memiliki kelekatan yang beragam dengan ruang publik, kanal sosial dan Masyarakat luas.

Lalu apa itu "Protest Art" atau Seni Protes?

protest"Protes Art" bisa dipahami sebagai penggunaan/pemanfaatan ranah seni,literatur atau praktek nilai-nilai tradisi secara luas untuk menentang ketidakadilan atau sistem opresif dalam konteks aksi protes-movement dan campaign tanpa kekerasan.

"Protest Art" adalah ruang kreatif para aktifis dan ruang sosial, menjadi sarana komunikasi yang bisa digunakan oleh lintas kolektif untuk persuasi masa.Seni ini membantu untuk membangkitkan tensi dalam menyuarakan pendapat.Bentuk protes ini mencakup (tetapi tidak terbatas pada) seni pertunjukan, instalasi, grafiti dan seni jalanan, dan melintasi batas genre seni visual, media, dan disiplin ilmu lainya. Sementara beberapa seni protes diasosiasikan dengan seniman terlatih dan profesional, tetapi pengetahuan seni yang mendalam tidak begitu diperlukan jika ingin menjadi bagian didalamnya .Seniman "Protest Art"sering kali memotong sistem institusi ranah seni dan galeri komersial dalam upaya untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Selain itu, seni protes tidak terbatas pada satu daerah atau negara, tetap lebih merupakan metode yang dapat digunakan di seluruh dunia.

Seni menjadi intinya dan menjadi satu upaya untuk mengklaim kembali sisi kemanusiaan dan merayakan tanggung jawab kita sebagai individu dan bagian sosial.Pergerakan semacam ini bisa sangat kuat karena mempunyai ragam tujuan.Mereka mengisnpirasi kita untuk sepenuhnya menjalankan hidup kita dengan menginvestasikannya pada komunitas berbanding dengan membangun kapasitas kepemimpinan. Pergerakan yang kreatif dan artistik ini memberikan sarana yang menyenangkan untuk orang-orang menjadi bagian didalamnya.

torchSeni protes bertindak sebagai sarana untuk membangunkan kesadaran sosial, membuat jaringan dan akses. Produk-produk Gerakan sosial ini biasanya berupa, banner, poster, dan materi cetak lainnya yang digunakan untuk menyampaikan tujuan atau pesan tertentu. Seringkali, seni semacam itu digunakan sebagai bagian dari demonstrasi atau tindakan pembangkangan sipil. Karya-karya ini cenderung singkat, ditandai dengan portabilitas dan disposabilitas, dan seringkali tidak dibuat atau dimiliki oleh satu orang. Beragam desain simbol perdamaian, dan kepalan tangan yang terangkat adalah dua contoh yang paling umum digunakan.

Para pelaku “Protest Art” merepresentasikan isu sosiopolitk, ekonomi atau perkembangan teknologi secara estetis untuk menentang atau mempertanyakan sistem dan  regulasi yang dijalankan oleh pihak yang bekuasa, membuka ruang untuk masyarakat yang termarjinalkan atau terampas haknya untuk dapat dilihat dan didengarkan.

Mereka menggunakan ruang-ruang publik dalam menjalankan aksinya untuk menarik partisipasi masa dengan membidik tujuan perubahan sosial melalui peran aktif masyarakat, membuka dialog juga membangkitkan kesadaran. Kebutuhan untuk memastikan dampak baik yang berkelanjutan dari keikutsertaan publik juga menjadi tantangan sekaligus tanggug jawab dari para para penggiat “Protest Art”, dan hal tersebut seringkali dapat membangun satu hubungan yang kuat dengan komunitas yang terlibat.

Jika ranah seni ini dipahami sebagai upaya berkelanjutan untuk menyuarakan pandangan atau sebagai alternatif dari nilai-nilai poltik, ekonomi juga budaya, maka keberadaan para penggiat seni ini sangat signifikan dalam mengartikulasikannya.Keberadaan mereka menjadi penting dalam dimensi budaya, berdampingan dengan dinamika politik, ekonomi, pergerakan dan perubahan peta sosial.

Strategi

Dalam prakteknya “Protest Art” seringkali mengambil bentuk intervensi yang temporal, seperti performance art, media events,exhibitions, dan instalasi. Terkadang juga menggunakan media mainstream ( bilboard, advertorial poster, surat kabar dll). Dengan menggunakan distribusi media komersil , teknis ini sangat efektif dalam menyampaikan intensinya.

Menggunakan partisipasi publik untuk mengaktifkan individu atau komunitas untuk menjadi katalis adalah sangat penting bagi para pelaku “Protest Art”. Dalam konteks ini partisipasi menjadi tindakan untuk mengekspresikan diri atau merepresentasikan diri oleh keseluruhan komunitas. Pesan dari pergerakan kreatif semacam ini dapat “diterjemahkan” melintasi batasan ras, suku bangsa, kelas sosial dan ambang usia. Sebagai tambahanya praktisi “Protest art” juga harus memiliki kesadaran untuk mencegah-mengurangi potensi dan konsekuensi negatif dari karya atau pergerakanya, saat menyuarakan isu-isu tertentu, seniman “Protest Art” selayaknya menghindari tendensi rasisme, deskriminasi, fasisme dan lainya.

 

 


Disadur dan diringkas dari :
resistance-arts-protes

Gambar diunduh dari Google