Blog Image

Blog

C R E A T I V E INDUSTRIES

October 27, 2020
/
ISSUES , REVIEW

 

 

kreatif/kre·a·tif/ /kréatif/ a 1 memiliki daya cipta; memiliki kemampuan untuk menciptakan; 2 bersifat (mengandung) daya cipta: pekerjaan yang -- menghendaki kecerdasan dan imajinasi.

 

industri/in·dus·tri/ n kegiatan memproses atau mengolah barang dengan menggunakan sarana dan peralatan.

 

Terminologi ‘Industri creative’ diperkirakan pertama kali dipakai sekitar dua dekade lalu untuk menggambarkan ragam aktifitas, beberapa ada di rentang sejarah dan sebagian baru muncul berbarengan dengan era digital.Sebagian besar dari aktifitas ini memiliki akar kultur yang kuat dan istilah ‘industri budaya’ telah dipakai untuk menggambarkan ranah theather, tari, musik, film,visual art dan budaya warisan leluhur, meski sebenarnya istilah tersebut kontroversial, karena di satu sisi, apa yang telah para seniman lakukan/hasilkan (karya) seakan-akan direndahkan, karena terkesan hanya untuk memenuhi ‘industri’.

Industri atau bukan, tidak bisa bisa dipungkiri bahwa aktifitas -- keduanya, baik itu pemahaman sempit tentang industri budaya dan yang lebih luas lagi industri kreatif -- menjadi penting dalam peta ekonomi di banyak negara dan menyediakan ruang kerja yang luas.

Ranah industri kreatif mungkin salah satu subjek yang banyak dipertanyakan/diperdebatkan oleh banyak kalangan dan pakar ekonomi. Kreatif industri adalah ranah yang dinamis dan dalam proses evolusi (perubahan) yang konstan, produktifitasnya tidak terbatas pada pola tradisional saja atau metode yang telah ada. Definisinya begitu luas di dalam meta-narasinya,bagaimanapun secara liar dan mungkin bisa kita sepakati bersama definisinya adalah: 

“Ranah  ini merupakan indrustri yang pada karya dan padat pengetahuan, khusunya pada sektor dengan konsentrasi masukan/paparan kreatifitas yang intens, seperti --, misalnya, produksi teater atau film. Kontribusinya pada ruang pekerjaan cukup memberikan pengaruh dala peta pertumbuhan ekonomi.” 

Pada dasanya, sektor kreatif dibangun oleh industri yang bergantung kreatifitas manusia untuk mencapai/mengembangkan kesejahteraan, kreatifitas adalah faktor fundamental dari proses produksinya, tanpa ide-ide yang segar, industri ini akan sukar bertahan. Secara sederhana klasifikasi industri kreati dapat dikelompokan menjadi :

 

I.> Creative Application

II.> Creative Expresion

II.> Creative Technology



I.> Creative Application -- Melingkupi bidang industri yang terpusat pada pengembangan / penyediaan produk atau jasa yang diutamakan pada penjualan.Keberlangsungan sektor ini sangat bergantung pada permintaan pasar. Macam bidang usah yang masuk dalam kategori ini semisal, Kriya tangan,desain, juga end produk seperti buku, produk-produk cetak dan advertorial.

 

  • Pasar seni

  • Artistektur

  • Fashion

  • Advertising

  • Craft (kriya tangan)

 

II.> Creative Expression -- Mencakup pada produk yang orientasinya tidak selalu mengacu pada pertimbangan komersil. Produk/hasil karyanya, biasanya , didefinisikan sebagai ‘art for arts sake’ (seni hanya untuk seni), dan dikembangkan untuk audience/costumer dengan sangat ekspresif. Dalam beberapa kasus produk- jasanya akan tetap tersedia meski dengan absenya permintaan pasar dan dapat sangat bergantung pada dukungan sektor publik.

 

  • Musik, Seni Visual dan seni Pertunjukan

  • Video, Film dan Imaging (Photography)

  • Radio dan TV Broadcasting

 

III.> Creative Technology -- Termasuk industri kreatif yang sangat bergantung pada teknologi dan media digital. Dan meski penggunaan piranti digital adalah inti dari sebagian sektor kreatif lainya, kategori ini secara khusus terpisah karena inti fungsi produksinya sangat bergantung pada teknologi digital.

 

  • Internet - software developer

  • Digital Media ( Gaming & animation)

  • Design (Graphic design & web design)

 

Meskipun setiap kategorinya sangat mungkin untuk saling beririsan, dan batas-batasnya terkadang kabur. Klasifikasi ini mewakili pendekatan secara global. Setiap sektor telah dikelompokan berdasarkan dari aktifitas intinya dan yang mendasari landasan usahanya. 

 

Irisan yang terjadi antara satu sektor dengan lainya dapat dilihat sebagai aspek positif dan dapat mencerminkan Industri kreatif yang dinamis.