Blog Image

Blog

INTRA-RELASI Desain Grafis x Kultur

September 23, 2020
/
ISSUES

Kultur/ Budaya adalah ranah yang sangat dinamis, perubahanya yang sangat cepat dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Untuk sepenuhnya memahami sejauh mana Desain Grafis memberi pengaruh pada topografi budaya atau sebaliknya, memahami apa itu budaya juga menjadi titik yang penting, secara santai Budaya bisa ditafsirkan sebagai tatanan cara hidup & ciri perilaku sekelompok individu.

Lalu bagaimana intra-relasi keduanya? sementara satu dan lainya secara dinamis saling memberikan dampak sekaligus masing-masing juga bisa sangat independen.

Telah banyak studi tentang hubungan internal antara kebudayaan & desain grafis . Satu studi oleh Phill Meggs (1998) menuturkan bahawa perkembangan ranah grafis bisa ditarik ke masa budaya berburu & meramu, dimana manusia kala itu membuat gambar-gambar yang menceritakan aktifitas mereka pada dinding gua, hingga mengembangkan simbol-simbol yang sangat mungkin mengawali lahirnya turunan berupa huruf-huruf. Beberapa menuliskan bahwa terma "Graphic Design" pertama kali digunakan oleh Wiliiam A Dwiggins(1922) dalam buku "New [Type of] Design". Hal ini menggaris bawahi bahwa grafic design telah dipraktekan sejak lama dan ikut membentuk kultur dari waktu ke waktu.

Sederhananya Design diartikan sebagai bentuk komunikasi yang menggunakan aspek-aspek visual untuk menyampaikan ide/idealisme untuk merangsang satu perasaan/emosi tertentu, yang diharapkan dapat memberi pengaruh pada sudut pandang, interpretasi bahkan perilaku satu kelompok yang menjadi objectivitasnya. Pesan ini disampaikan dalam komposisi visual (2D/3D) yang estetis.

Isttilah Kultur/budaya/kebudayaan dapat menunjuk pada aktivitas tertentu dalam kehidupan manusia yang secara umum tercermin dalam ragam produk budaya, semisal, seni, fashion, makanan, sistem nilai, tradisi,dll. Semua elemen budaya tersebut disampaikan dalam beragam sistem komunikasi-sistem perilaku dan tindakan yang tercermin dalam pola keseharian. Disinilah intra-relasi ranah desain dan budaya terjadi.

Suatu komposisi desain sedikit banyak mempertimbangkan pola perilaku/pola komunikasi yang ada dalam topografi sosial, disini menunjukan bahwa suatu budaya turut mempengaruhi ranah desain grafis. 


Perubahan cara pandang, perilaku atau komunikasi dapat saja berubah, semata-mata karena pesan-pesan visual yang disampaikan/dipaksakan secara kontinu dalam bentuk komposisi grafis, yang paling mudah diidentifikasikan adalah pesan-pesan visual dalam advertorial, sangat mungkin untuk mempengaruhi pola konsumsi.

Grafis desain telah dipengaruhi oleh budaya-budaya yang di dunia. Orang-orang dari berbagai budaya-usia telah terpengaruh dan dibuat kagum oleh para desainer. Para seniman (desainer) mengembangkan produk desainya berdasar pada lingkungan budaya dimana dia secara terus-menerus terpapar. Maka dari itu sangat mungkin untuk menghubungkan ragam kebudayaan melalui seni. Saat seorang desain membuat satu komposisi visual yang mencerminkan suatu budaya untuk satu event atau korporat, maka jangkauan audiencenya akan semakin luas.

Disadur dan diringkas dari : https://www.ukessays.com/essays/cultural-studies/how-graphic-design-affects-culture-cultural-studies-essay.php