Blog Image

Blog

REVIEW : BOMB THE SYSTEM

April 6, 2020
/
REVIEW
REVIEW : BOMB THE SYSTEM image

Ranah seni Graffiti (Street Art) tidak hanya mewabah diantara kaum Urban pecandu adrenalin dan pecinta seni gerilya saja, romantika bersama polemik-nya juga turut menginfeksi wilayah sinema.

Bomb the System

Poster-nya sempat membuat kepanikan di beberapa sinema di Amerika, karena diduga berkaitan aksi terorisme, Film berjudul  Bomb The System, sama sekali tidak bersinggungan dengan meledakan sesuatu,kata “Bomb” merujuk pada istilah slang dalam dunia graffiti yang bisa diartikan : menutupi permukaan dinding/tembok/benda atau fasiltas di ruang publik dengan Graffiti.

Film drama yang ditulis dan disutradarai Adam Bhala Lough, bermula sebagai project kelas jurusan film di New York University (2001), pada tahun 2005 lalu sempat menjadi salah satu film yang paling provokatif dipeta film Independen Amerika.  Film ini melukiskan gambaran tentang sebuah gaya hidup  yang sudah terlalu sering disalahpahami. Secara efektif Bhala Lough menjelajah tema-tema yang mendasari gerakan budaya Graffiti dan menyentuh paradigma suram yang lekat dengan esensi seni illegal ini, -- bagaimana bisa orang menilai sesuatu sebagai seni atau kriminalitas dalam satu tarikan nafas?—Di dalam pusatnya, Bomb The Sytem berusaha untuk mengilustrasikan kembali konsekuensi dari dikotomi tersebut. Bomb The System juga merupakan film fiksi major pertama yang   mengangkat subkultur Graffiti sejak film Wild style yang dirilis dua dekade lampau.

Singkat-nya Film ini berotasi di sekitar sekelompok seniman graffiti di kota New York, yang memutuskan untuk mem-Bombing seluruh kota dengan graffiti hingga akhirnya menjadi Bomber yang paling dicari oleh satuan kepolisian Vandal Kota NY yang korup. Mereka bahkan menarik atensi media dan galeri besar dengan tags yang mereka buat. Konflik memuncak ketika dua anggota mereka tertangkap dan dipukuli oleh polisi dan menyebabkan mereka mendeklarasikan perang  graffiti melawan seluruh kota NY. Dibingtangi oleh  Mark Webber “Anthony 'Blest' Campo”, Gano Grills “Justin ,Buk 50 Broady”, Jaclyn DeSantis ”Alexandra”, Jade Yorker” Kevin 'Lune' Broady”, Bönz Malone “Officer Nole Shorts”, Kumar Pallana “Kumar Baba”, beberapa seniman graffiti yang terlibat dalam pembuatan film ini termasuk Lee Quinones. Cope2 dan Chino BYI. Film ini diputar di 26 film festival di empat benua dan mendapatkan tawaran untuk  didistrisbusikan oleh Now on Media – Jepang.

Adam Lough mengambil inspirasi lebih jauh tentang kultur graffiti dan mengurangi formula cinema yang lebih komersil. Pengambilan sudut kamera yang tidak simetris, ledakan warna, cutting scene yang inventif mengalir dan padu, menjadi lebih dari sekedar atmosfer yang bisa dihitung dan diperkirakan.

Terlepas dari kritikan atau ketidak simpatian dari media, pakar film atau penggiat Graffiti sekalipun , Bomb the System menjadi salah satu bukti bahwa gairah graffiti writing tetap berlanjut memberi pengaruh secara budaya baik itu dari sisi yang halus juga dari sisi desakan ekspresi personal.

Beberapa Penghargaan yang sempat diraih Bomb The System :

Winner Best Picture - San Francisco Independent Film Festival
Winner Best Director - HBO Urbanworld Film Festival
Winner Best First Feature - Independent Spirit Award Nomination
Winner Audience Award - Athens Film Festival
Winner Audience Award - Cinema Paradise Film Festival
Winner Best Feature - Anchorage Film Festival
Winner Best Music & Best Editing - Milan International Film Festival


Disadur dan diringkas dari berbagai sumber :

https://en.wikipedia.org/wiki/Bomb_the_System

https://web.archive.org/web/20061023063136/http://www.riotsound.com/hip-hop/rap/interviews/bomb-the-system/index.php

https://web.archive.org/web/20070926221612/http://search.japantimes.co.jp/cgi-bin/ff20050831a2.html