Blog Image

Blog

BANKSY di balik layar

March 27, 2020
/
ISSUES , PROFILE , REVIEW
BANKSY di balik layar image

Ikon internasional, seniman bawah tanah yang telah menjungkirbalikan topografi ranah seni dunia.

Banksy meleburkan hasrat jalananya dengan gerakan pasifis dalam karyanya, pemrotes dengan Molotov-coctail yang dirubah menjadi seikat rangkaian bunga. Tahun 2010 oleh majalah Time dimasukan ke jajaran 100 orang yang sangat berpengaruh di dunia. Street artis yang anonimus asal Inggris, penggiat Grafitti, pelukis, vandalis, director film, aktivis sosial-politic juga seorang provokator yang aktif sejak 1990. Karya satir dan epigram bawah tanahnya adalah Grafitti yang dibalut humor yang kelam dan dieksekusi dengan teknik stensil yang memiliki karakter yang kuat. Karyanya tentang komentar terhadap isu-isu sosial dan politik dipamerkan di ruang-ruang publik, sudut jalanan, tembok dan jembatan di kota-kota di seluruh dunia. Banksy mengaku telah terinspirasi oleh 3D, seniman graffiti yang juga salah satu pendiri grup musik Massive Attack.

Banksy memajang seni-nya di permukaan yang mudah untuk diamati publik, di tembok atau property yang sengaja dibuat dan ditempatkan dalam ruang publik. Banksy tidak lagi menjual foto-foto atau re-produksi dari graffiti-nya, tapi beberapa instalasinya di ruang pubik secara rutin dijual, terkadang dengan membongkar tembok yang dia jadikan sebagai media karyanya. Beberapa karya resmi yang tidak dipublish dijual melalui pest-control  (adalah organisasi tidak resmi yang digagas oleh Banksy sendiri untuk meng-authentifikasi karya-karya originalnya, juga untuk melindungi dirinya dari pihak luar yang berusaha menyelidiki dirinya).  Banksy tanpa henti terus berusaha untuk melindungi narasinya. Film dokumenter Exit Thtough the Gift Shop (2010) membuat debutnya di Sundance Film Documentary, dan pada Januari 2014,dinominasikan di Academy Award untuk film Dokumenter terbaik, di tahun yang sama dirinya dinobatkan sebagai “Person of the Year” oleh Webby Awards.

 

Ikon Budaya

Tahun 2014 Banksy masuk ke deret ikon budaya di Inggris yang didalamnya juga termasuk William Shakespeare, Ratu Elizabeth II, David Beckham, The Beatles , Charlie Chaplin, J.K.Rowling, Elton Jhon dan Adele. Sebagai konsep “ Banksy Effect” telah berkembang sebagai output dari inovasinya, istilah ini merujuk pada kemampunya merubah seni yang asing menjadi budaya di jalur utama, juga pengaruhnya pada meningkatnya antusias pada ranah seni jalanan. Karya-karyanya yang mempertanyakan ke-autentik-kan seni dan senimanya, telah membawa perdebatan tentang hal tersebut.

 

Teknik

Karena identitas dan cara kerja Banksy yang penuh kerasahaBanksy litle girlsiaan, tidak bisa dipastikan teknik seperti apa yang dia gunakan untuk menghasilkan image stencil-nya, banyak asumsi bahwa Banksy juga menggunakan perangkat komputer, dikarenakan kualitas photograficnya yang tidak biasa dari karya-karya-nya. Dalam bukunya Wall and Piece, saat pertama kali membuat graffiti, dirinya selalu tertangkap atau tidak pernah menyelesaikan graffiti-nya dalam sekali jalan. Banksy kemudian beralih ke teknik stencil untuk mempercepat proses kerjanya meski dengan desain yang lebih rumit juga dengan warna yang tumpang tindih, dan tentunya untuk menghindari kejaran Polisi dengan cepat juga untuk melindungi ke anoniman-nya.

Ada perdebatan tentang influence dibalik karyanya. Beberapa kritikus menyatakan jika Banksy terpengaruh  oleh musisi sekaligus seniman Grafitti 3D. Sumber lainya menyatakan karya sang seniman memiliki kemiripan dengan karya seniman graffiti asal Perancis, Blek Le Rat, dikatakan jika  Banksy terisnpirasi dengan pengguanaan stencil, mengadaptasi karakter visualnya dan merubahnya menjadi karya dengan konten isu sosial dan politik yang lebih modern.

Dengan karakter stencil yang mencolok dan jenaka, Banksy biasanya menambahkan Tag-line dengan pesan tentang anti-perang atau anti-kapitalisme. Subjek dari karya-nya biasanya adalah Tikus, Kera, Polisi, Tentara , anak-anak juga LanSia. Tentang legitimasi stencil, tidak sedikti seniman yang mengkritisi jika penggunaan teknik stencil temasuk curang.

 

 Tema Politik dan Sosial

Shop Until You Drop in Mayfair, London. Banksy berkata “ Kita tidak bisa melakukan apa-apa utnuk merubah dunia sampai ketika Kapitalisme runtuh. Sementara itu kita sebaiknya berbelanja untuk menghibur diri sendiri.”

Banksy menyatakan Grafitti diibaratkan sebagai bentuk “balas dendam” dari kelas bawah atau perang geriliya yang memungkinkan setiap individu untuk merebut kekuasaan, wilayah dan kemenangan dari musuh yang  lebih besar dengan perlengkapan yang lebih baik. Karya-nya juga menunjukan kecenderungan untuk mengolok-olok  pusat-pusat kekuasaan,  dirinya berusaha menujukan pada publik bahwa meski kekuasaan macam itu ada dan berusaha menekan orang banyak, kekuasaan tersebut tidak selamanya efektif, bisa dan seharusnya diakali.

Isu politik-sosial yang direspon melalui karyanya antara lain tentang anti-perang, anti-konsumerisme, anti-facisme,anti-authoritarianisme,anarkisme, nihilis dan existensialisme. Dengan tambahan tentang “emosi manusia” yang biasanya dia kritik juga adalah keserakahan-kemiskinan, Hipokrit, keputusasaan dan keterasingan.   

Banksy bahkan telah menerbitkan beberapa buku berisi fotografi karya-karya disertai juga tulisannya sendiri :

-        Bangin Your Head Against a Brick Wall (2001)

-        Existencilism (2002)

-        Cut It Out (2004)

-        Pictures of Walls (2005)

-        Wall and Piece (2007)

Meski  tidak sedikit kritikan tentangnya, tentang karya, persona anonimus-nya masih mampu menyihir orang-orang yang mendambakan romantika liar dari ranah Street Art.   

Disadur dan diringkas dari 

https://www.smithsonianmag.com/arts-culture/the-story-behind-banksy-4310304/


https://en.wikipedia.org/wiki/Banksy