Blog Image

Blog

SENIMAN TATTOO YANG MENGINSPIRASI

February 27, 2020
/
ISSUES , REVIEW

Sejak masa pra-sejarah, mendekorasi tubuh secara permanen dengan teknik rajah telah menjadi bagian dari estetika budaya, menjadi bagian dari kredo, atau hanya sebatas kesenangan pribadi.Seni rajah (tattoo) yang ditemukan ditubuh mummi berumur 3300 tahun sebelum masehi, tentunya tidak  akan pernah ketinggalan zaman.

Di era modern, para penggiat seni rajah tubuh semakin menerima pengakuan karena kemampuan mereka,  berbanding lurus dengan metode dan style yang terus ber-metamorfosis, pada akhirnya seni rajah tubuh menjadi bagian dari seni kontemporer. Desain-desain unik yang tercipta tidak hanya indah, rajah tubuh juga berfungsi sebagai catatan kisah yang dituturkan diatas kulit,atau satu bentuk pemberontakan yang halus dan estetis.

Beberapa seniman tattoo yang jadi icon


Era “Old school” 

BURCHETT George Burchett-Davis : (Brighton,Inggris,1872-1953) Dijuluki “The King of Tattoo Artist” atau “Professor”. Dikeluarkan dari sekolah saat berumur 12 tahun karena men-tattoo teman kelasnya.Usia 13 tahun bergabung dengan Angkatan laut Inggris,selama bergabung dengan AL Inggris, Bruchett tetap menjalani kegiatan men-tattoo-nya sebagai seniman tattoo amatir. Mengembangkan jangkauan style yang luas dengan menggabungkan motif/karakter desain dari Afrika, Jepang dan beberapa negara di Asia tenggara. Bruchett menjadi seniman tattoo selebritis dan sangat dikenal dikalangan masyarajat kelas atas dan juga keluarga kerjaan Eropa, diantaranya adalah Raja George V dari UK,  Raja Frederick IX dari Denmark dan Raja Alfonso XII dari Spanyol. Sang “Professor” jugalah yang mengembangkan teknik tattoo kosmetik , seperti tattoo permanen pada alis.

 

JERRYSailor Jerry Collins : ( Amerika, 1911-1973) Terlahir dengan nama Norman Keith Collins, Sailor Jerry mendapat namanya karena menghabiskan sebagian besar hidupnya melaut. Saat remaja, waktunya dihabiskan dengan mengembara sekeliling Amerika, mempelajari tentang tattoo dari seseorang bernama “Big Mike” di Alaska yang mengajari teknik “hand-pricking” (teknik tattoo tradisional), lalu kemudian belajar menggunakan mesin tattoo di Chicago (di Tatts Thomas). Collins bergabung dengan AL Amerika d iusia 19 , berlayar sepanjang hidupnya dan tetap men-tattoo siapa saja yang menawarkan permukaan kulitnya untuk digambar.

Produktifitas-nya yang tinggi, membuat Sailor Jerry, sangat menojol di ranah tattoo, dan mengangkat murid yang pada akhirnya mereka menorehkan jejaknya sendiri, Ed Hardy & Mike Malone. Warisanya berlanjut dengan “Sailor Jerry Ltd,” brand clothing milik-nya yang juga mempromosikan bakat-bakat baru dengan edisi “Artist Series”-nya. Simbol-simbol flash tattoo yang juga menjadi warisan sang pelaut adalah, flash tattoo ular, burung elang, kucing liar, botol minuman dan “Aloha” Monkey.             

Don Ed Hardy : (Amerika, 1945) Sarjana Seni Grafis lulusan institute Seni San Fancisco ini adalah salah satu murid dari Sailor Jerry yang berhasil menorehkan namanya di semesta tattoo. Atas saran dari menthor-nya, Hardy mempelajari tattoo klasik Jepang dari masternya langsung Hirohide, dan mulai menggabungkan teknik & karakter tattoo jepang kedalam artwork-nya. Bersama dengan istrinya mendirikan penerbitan Hardy Marks, dan menerbitkan banyak buku tentang Seni alternative, salalh satunya “Tattootime”. Dirinya juga memproduksi clothing line berlabel Ed Hardy – dan terus membimbing seniman-seniman muda di studio-nya – Tattoo City—di San Francisco.

      

Era kontemporer

Paul Tinman : (Amerika, 1972) memulai karir tattoo amatirnya dengan mentattoo teman-teman di apartemen-nya setelah lulus dari jurusan seni patung kaca, Cleveland Art Institute. Hijrah ke Hollywood di tahun 90-an, dengan kemampuanya, akhirnya direkrut oleh salah satu studio tattoo yang terkenal di dunia, Sunset Strip tattoo. Sejak saat itu Tinman menjadi salah saru raksasa industri seni rajah tubuh, orang-orang menjulukinya sebagai “Rembrandt dari sunset strip.” Beberapa selebritis yang sempat menjadi client-nya, Angelina Jolie, Ben Affleck, Busta Rhymes, Mark Wahlberg dan Billy Bob Thornton.

LEUFilip Leu: (Perancis. 1967) mulai mempelajari seni tattoo diusia 11 tahun,  dan pada usia 15 tahun menjadi full time seniman tattoo dalam bisnis keluarga, “The Leu Family’s Iron Studio & Museum,” di Luasanne, Switzerland. Saat berusia 17 dia mengikuti World tattoo educational tour—untuk mempelajari ragam metode dan style tattoo, dan mengembangkan kemampuanya lebih jauh – dan menciptakan kesempatan untuk  berkolaborasi dengan Paul Booth, Leu dikenal dengan art work yang terinspirasi oleh kebudayaan Jepang – back pieces dan Body suit.      

Guy Aitchison: (Amerika, 1968) dan saudarinya Hannah Aitchison (Amerika,1966)  keduanya adalah seniman yang sangat diakui di area keahlianya masing-masing. Guy adalah seorang pelukis dan seniman tattoo yang menjadi pemilik Hyper studio bersama dengan kolega sekaligus istrinya , Michelle Wortman. Guy sempat melukis cover album beberapa Band dan membuat tattoo pertama Rob Zombie.

 

BOOTHPaul Booth: (Amerika, 1968) Paul Booth memulai usaha saat berumur 15 tahun dengan membuka workshop papan reklame dan belajar airbrush secara otodidak. Setelah putrid pertamanya lahir, Paul mendapatkan tattoo pertamanya dan terpesona oleh seni men-tattoo. Dirinya menjadi sangat ahli dalam seni tattoo,  menjadi yang terdepan selama kurang lebih dari 20 tahun dan menjadi yang paling dicari-cari oleh kalangan selebritis dan rock star dunia. Beberapa kliennya yang terkenal termasuk Slipknot, Slayer, Soulfly, Mudvayne dan Pantera adalah sebagian kecil diantaranya.  Paul Booth juga terlibat proyek kolektif  bersama Filip Leu , the Art Fusion Experiment,sebuah venue dimana seniman tattoo bekerja secara kolaborasi untuk menciptakan karya yang luar biasa dalam satu subjek yang sama. Keduanya merupakan pemilik dan operator dari the Last Rites Tattoo Theater di kota New York. Paul sempat menjadi cover majalah Rolling Stone dan membuat sebuah dokumentasi yang unik dan sedikit “twisted” bertitile Paul Booth’s Last Rite: Volume I. Karya-karya yang dihasilkan Booth memiliki nuansa gelap yang agresif dan mengerikan sekalgus sangat artistik.