Blog Image

Blog

REVIEW : GRAFIK DESIGN

November 6, 2019
/
REVIEW
REVIEW : GRAFIK DESIGN image

Desain Grafis secara sederhana adalah seni menciptakan grafik atau membuat komposisi visual, hal ini bisa diaplikasikan dalam beragam media semisal kanvas, batu,keramik – mungkin yang paling sering ditemui dan paling umum adalah aplikasi cetak grafis di produk sandang. Dengan banyaknya ragam media yang bisa diterapkan. Metode artistik dari grafik desain melingkupi semua elemen yang berhubungan dengan gambar – symbol, typograph – grafik, logo dan lainya.  

Sejarahnya merentang jauh ke masa lalu yang  juga menjadi kompas seluruh perjalanan sejarah seni rupa.

AKAR (15,000 – 3,600 SM)

Jejak Desain Grafik dapat ditelusuri jauh ke masa 15,000 SM, diperkirakan saat komunikasi visual pertama kali muncul. Gambar kuno yang menceritakan sebuah kisah atau simbol (pictograph) terdapat di gua lazcaux di selatan perancis. Maju ke beberapa ribu tahun, ada Blau monument, artifak pertama yang menggunakan kata-kata dan gambar di dalamnya, ditemukan di Irak.

Tentu saja, kepingan sejara tersebut jauh dari apa yang kita sebut desain grafis saat ini, tapi setidaknya menjadi pemantik ide untuk menorehkan gambar di berbagai macam permukaan,  menggiring dan memandu kita ke arah seni gambar, poster, banner dll.

KERTAS DAN PERCETAKAN (105 M – 1530 M) 

Ditemukanya kertas 105 Masehi oleh bangsa Cina membimbing kearah konsep percetakan. Hampir satu millennia kemudian pada 1276, sebuah pabrik kertas berdiri di Fabriano, Italia – secara resmi membawa ranah percetakan ke Eropa.

Pada 1450, dua ratus tahun setelah pabrik kertas pertama tiba di Eropa,  sistem untuk pencetakan buku dianggap telah disempurnakan . Ilustrasi pertama dalam sebuah buku cetak diikuti segera setelahnya, pada tahun 1460.

REVOLUSI INDUSTRI (1760 – 1800)

Revolusi industri yang terjadi sekitar tahun 1760-an, mengantarkan pada babak baru desain grafis. Teknologi-teknologi yang inovatif bermunculan dengan percepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, termasuk juga metode cetak tulisan/gambar (lithography), dengan teknik cetak yang lebih ekonomis. Kemajuan ini memungkinkan untuk menciptakan kembali atau menduplikasi tulisan, karya-karya seni atau desain dengan skala yang massive. Moyang dari perusahaan modern – juga mulai bangkit  kala itu – mulai menyadari bahwa komposisi visual bisa mempengaruhi perilaku berbelanja begitu juga dengan peningkatan profit, dengan demikian ranah desain grafis era industrial terlahir.

ERA 1900            

Perjalanan ranah desain menuju aplikasi bisnis kian mulus, dan di era 1900 penerapan desain grafis seakan meledak. 1901, Frank Lloyd Wright merilis “The Art and Craft of the Machine”, buku yang menjadi acuan desain modern. Dengan bertumbuhnya industri periklanan dan percetakan berwarna, para pengusaha mulai membuat logo untuk brand produk mereka. Dengan desain Logo, sebuah brand menajdi lebih dari sekedar nama – menjadi sebuh karya seni yang memorable, dengan komposisi warna dan bentuk yang bisa meninggalkan kesan pada kostumer.

Grafik desain secara luas digunakan diragam industri, meninggalkan jejak dengan desain yang menarik di poster sampai t-shirt dan banyak lagi. Saat teknologi komputer ditemukan dan dipublikasikan sekitar akhir 90-an, para desainer mulai beralih ke perangkat digital – seperti Photoshop misalnya – hal inilah yang merevolusi ranah desain.

DESAIN GRAFIK HARI INI

Hari ini, desain grafis tetap intensif melibatkan bentuk seni untuk mengkomunikasikan ide, indentitas atau bahkan idealisme melalui komposisi visual dan text. Dalam beberapa kasus, grafik desain masih menggabungkan gambar dan lukis tangan dengan sentuhan digital.

Kini, grafik desain ada disekeliling kita, dan telah meresap ke ruang bisnis dan ruang konsumerisme, menarik dan memicu ketertarikan kita.

Dan sampai sejauh mana perkembangan desain grafis di masa depan? Mungkin kalian yang akan menjadi bagian didalamnya.


Disadur dan diringkas dari : https://customlogos.com/2017/01/history-graphic-design/