Blog Image

Blog

REVIEW : CETAK TEKSTIL

November 28, 2019
/
ISSUES , REVIEW

Tidak bisa dipungkiri T-shirt dengan aplikasi printing telah menjadi bagian dalam kehidupan modern, dan banyak orang tidak hentinya mempertanyakan sejarahnya. T-shirt printing , bagaimanapun tidak begitu saja jatuh dari langit, tetapi lahir dari proses inovasi dan perekembangan teknologi. Bahan T-shirt sendiri pertama kali dipergunakan untuk para prajurit selama perang dunia II, namun kemudian menjadi sangat populer diantara banyak warga sipil setelahnya.

Printing diatas tekstil mempunyai sejarah yang lebih panjang . Yang tertua adalah cetak tekstil dengan menggunakan cetakan dari block kayu. Tercatat pada abad ke-3 di Cina, metode ini bergantung pada desain gambar timbul yang dipahat pada permukaan kayu, yang kemudian dicelup ke dalam tinta dan dipress ke atas bahan. Metode yang lebih efesien dikembangkan di masa Renaissance dan era Revolusi Industri.

Era t-shirt custom dimulai pada awal tahun 1950-an,saat beberapa perusahaan di Miami, Florida, mulai mendekorasi t-shirt, menggunakan metode screen printing dan mencetak tulisan nama-nama resort lokal dan tempat wisata untuk menarik para turis. Screen printing – metode umum yang digunakan untuk t-shirt printing – dengan segera menjadi mode kala itu. Tahun 1959, ditemukanya formula tinta yang lebih lentur, membuka kemungkinan yang lebih luas untuk variasi desain dan style lettering. Plastisol dan dan tinta berbasis air menjadi dominan untuk penggunaan di aplikasi screen printing.  

Hari ini, t-shirt printing sering digunakan sebagai media eksperesi pribadi , dimana individu bisa mengekspresikan pandangan sosial atau bahkan politik, mendukung tujuan, atau hanya sekedar   pelengkap penampilan. T-shirt printing menjadi bagian yang hampir tidak terpisahkan dari strategi pemasaran korporasi bisnis, secara tidak langsung t-shirt printing menjadikan para pemakainya sebagai “billboards manusia”.