Blog Image

Blog

REVIEW : SEPULTURA

October 7, 2019
/
REVIEW
REVIEW : SEPULTURA image

Sepultura adalah sebuah fenomena yang menjadi marka ikonik dalam peta sejarah musik bawah tanah dunia. Telah lebih dari 30 tahun, Band asal Brazil ini menghantarkan mixed brutal dari sound metal, hardcore, trash, punk dan tribal, dengan intens dan penuh gairah. Apa yang telah dimulai Cavalera bersaudara di Belo Horizonte (Brazil) ditahun 1984, hingga hari ini masih menjadi anthem diruang audio para penggiat&penikmat musik bawah tanah.

Signature soundnya yang mentah dan primal, telah menempatkan distrik Amerika Selatan dipeta pergerakan musik bawah tanah dunia. Album-album awal mereka seperti Morbid Visions, Schizophrenia dan Beneath The Remains telah memberikan bentuk baru dengan kadar “kebrutalan” yang lebih berat dari sound heavy metal kala itu.

Fokus dengan tournya dari gigs yang satu ke gigs yang lain, Sepultura dengan kokoh mulai membangun fan base yang kuat,dan sementara itu di era 90-an tidak sedikit band metal mengalami resesi finansial dan kreatifitas, intensitas pergerakan anak-anak Brazil ini tidak berkurang dengan momentum dilepasnya Chaos AD (1993) dilanjut dengan Roots (1996), dua album klasik yang dengan massive-nya menjadi influence beberapa generasi musisi-musisi metal.

Kepergian Frontman & Founder Max Cavalera di tahun 1997, tidak membuat langkah mereka melambat, bergabungnya Derrick Green terbukti menjadi satu babak baru. Dua dekade lebih, mereka berevolusi dan berkembang, dan secara kontinu merilis album-album yang hingga kini tetap menjadi marka sejarah perkembangan musik bawah tanah dunia.

disadur dan diringkas dari berbagai sumber