Blog Image

Blog

REVIEW : SEEMLESS

August 29, 2019
/
REVIEW

Seemless 1Setelah Jesse Leach mundur saat  Killswitch Engages mencapai puncak karirnya, dan beralih ke project sampingan stoner Rocks, Seemlesss. Unit super Rock dengan line up dari lepasan band-band metal, Derek Kerswill (ex Drumer Shadows Fall/Unearth) – Pete Cortese (ex Gitaris Killswitch Engage/Overcast), mungkin untuk yang mengharapkan asupan metal dari mereka di project ini akan sedikit kecewa dengan album yang diisi dengan campuran antara Rock-n-roll dan sludgy stoner metal yang akan membuat  Black Sabbath sangat bangga.

Terbentuk tahun 2002 di MassachusettsUSA,Jesse Cs memulai debutnya dengan merilis album bertitle “Seemless” dalam naungan Equal Vision Records (2005),  dengan style campuran element blues soulnya  mereka membuat marka di skena rock/metal . Setahun kemudian album “ What Have We Become” (2006)  dirilis sebagai album terakhir mereka.

 Formula musik mereka sedikit mengingatkan pada album “Badmotorfinger” milik Soundgarden,salah satu elemen yang menarik adalah vokal dari Jesse Leach, yang selama gabung di Killswith Engage mengandalkan kemampuan screaming –nya, di Seemless, Leach telah menyempurnakan kemampuan bernyanyi dengan nada yang lebih harmonik dengan melodi yang variatif. Meski terbilang berat,dimensi sound mereka masih berada dalam lingkup – radio friendly.

Jika Seemless berharap mendapat uang dari kebangkitan baru-baru ini, mereka telah memasok konsumen dengan produk hebat.Dengan dua album yang mereka retas, Seemless telah menunjujkan upaya debut yang dinamis dan penuh energi, dan bukan sekedar kolektif sampingan yang asal-asalan. Bagi Jesse CS , Seemless adalah tentang musik dan hanya musik, tentang bagaimana menghasilkan riff-riff yang massive, vokal yang bervariasi, sesi perkusi yang meledak dan bass yang beriak ritmis. “Ini adalah musik rock, dan seperti inilah semestinya musik rock dihasilkan” tutur sang vokalis Jesse Leach. Dua album yang telah mereka retas adalah sebuah pencapaian secara personal dan kolektif, mereka tidak bermain aman, berani mengambil resiko dan tidak mengkhawatirkan seperti apa “iklim” musik  kala itu, mereka  hanya menuntaskan apa yang ingin mereka lakukan.