Blog Image

Blog

REVIEW : PANTERA

July 30, 2019
/
REVIEW
REVIEW : PANTERA image

Kami berhasil bertahan dari arus trend – heavy metal, “grunge metal, funk metal, rap metal – dan kami masih disini. Kami tidak main-main dengan yang kami lakukan selama ini dan kami konsisten dengan “akar” kami. – Philip Anselmo

Berangkat dari keinginan untuk memainkan sound dan style musik yang lebih berat dan agresif,  Abbot bersaudara – Vinnie Paull Abbot (Drum) & Dimebag Darell Abbot (Guitar) meninggalkan identitas glam metal yang menjadi karakter saat awal-awal Pantera terbentuk (1981-1985). Setelah “uji kelayakan” dengan beberapa vokalis, sekitar tahun 86-an Abbot bersuadara bertemu dengan Phil Anselmo (New Orleans), dan mengundangnya  untuk audisi,  tak lama kemudian Phil Anselmo yang kala itu berusia 18 tahun didaulat sebagi Frontman.

Lebih dari sekedar berubah image, album  pertama mereka dengan Vokal Phil Anselmo bertitle “Power Metal “ (1988) menjadi purwarupa untuk album –berikutnya berikutnya , melengkapi pendekatan sound mereka yang baru adalah keagresifan dan jangkauan  vokal yang luas dari Philip Anselmo.

Memasuki awal 90-an, dan setelah ditolak 28 label major, dibawah  Atco Records, mereka kembali melepas  album, “Cowboy From Hell” merupakan lompatan berikutnya ke teretori yang lebih berat, merubah pengaruh glam metal dengan tempo menengah trash metal yang kemudian sering disebut “power groove” (Groove metal). Influence  karakter Rob Halford (Vokalis Judas Priest) dihantarkan dengan lebih kasar oleh Anselmo. Permainan Solo dan riif yang makin kompleks dari Darrell juga variasi tempo dari Paull menandakan perubahan extreme dari Pantera. Album ini menjadi marka penting dalam perjalanan karir Anselmo Cs.


“Groove” signature mereka makin meradang di album “VulgarDisplay of Power” (1992), dengan sound yang lebihg berat, juga teknik falsetto dari Phil Anselmo berganti jadi teriakan berdistorsi. Album ini kian mengukuhkan posisi mereka diantara penikmat musik arus utama & Bawah tanah. 1994 “Far Beyond Driven”   dirilis, debutnya berhasil menduduki chart Billboard  No.1 di USA dan AUS, single pertama – I’m Broken – mencatatkan Pantera di nominasi pertama untuk “Best Metal Performance”(1995).

Dipuncak karir-nya, Pantera mulai “menghancurkan dirinya”, kurang dari dua bulan setelah album “The Great Southern Trendkill (1996)” – Kecanduan akut Heroin, Anselmo ,mengalami overdosis setelah Gigs di Texas,  menyebabkan “ketegangan” didalam Pantera, beberapa proyek pribadi juga menambah “keregangan” dengan line Up lainya. (1997) satu live album :101 Proof menjadi penyelang vakum-nya Pantera – “Reinventing the Steel” (2000)  menjadi album final, reuni singkat, sebelum akhirnya mereka mengabil jalan terpisah dan terlibat proyek sampingan , Damage Plan ( Dimebag & Vinnie ), Down (Anselmo & Rexx sempat gabung 1999-2011)—SuperJoint Ritual (Anselmo).

Setelah kematian Dimebag Darrell (Desember, 2004) perjalan Pantera berakhir,Vinnie Paul menutup usia 14 tahun kemudian.Untuk siapa saja yang mengikuti dan menikmati “groove metal” mereka, sepakat dalam retrospektif , Pantera menjadi Band “extreme” yang massive selama awal hingga akhir 90-an, yang menginspirasi banyak penggemar fanatik dan banyak Band setelahnya. Semacam DNA yang diwariskan turun-temurun, jejak Riff-riff Dimebag, vokal Anselmo, Vinn & Rexx akan tetap langgeng.


Disadur dan diringkas dari berbagai sumber

Music Credit : I'm Broken - PANTERA

Foto diunduh dari Google.com