Blog Image

Blog

REVIEW : N.A.B.I pembawa kemurkaan

April 15, 2019
/
PROFILE , REVIEW
REVIEW : N.A.B.I pembawa kemurkaan image

“Saat-saat yang kritis membutuhkan lagu yang berbahaya”,  akumulasi pesan penuh amarah dari pentolan band-band dengan kekuatan yang massif di era 90-an Tom Morello, Tim Commerford , Brad Wilk (RATM &Audioslave), Chuck D , DJ Lord (Public Enemy) dan B-Real (Cypress Hill)  bertransformasi menjadi “nabi pembawa kemurkaan”. Unit Elit dari musisi revolusioner dengan tekad mendesak untuk mengkonfrontasi pemilihan umum  di Amerika yang penuh polemik dengan tumpukan amplifier Marshall sebagai amunisi.

 Mengambil nama dari dari track Public Enemy  di album “It Takes a Nation of Millions to Hold Us Back”, 2016 lalu Prophet of Rage  memulai perlawananya.

 

“The system cannot be fix by the system.One Way to fight back is via culture”-Tom Morello-

Prophet Of Rage Dengan debut albumnya, Morello Cs menjadi suara yang tanpa filter, tanpa kompromi dan tidak ragu untuk berdiri bersama masa yang menentang hasil pemilu Amerika tahun 2016 lalu. Melalui  musiknya mereka berusaha menunjukan sisi buruk dari sistem pemerintahan yang ada, Prophet of Rage sangat menyadari bahwa musik bisa menjadi satu pergerakan politk dan dengan rangkaian tour Make America Rage Again di beberapa kota di Amerika  mereka menuntut orang-orang untuk mempertanyakan kembali pilihan-pilihan politik tiap individu. Single “ The party is over” benar-benar membidik Donald Trump dan menyiratkan ketidakpuasan terhadap kandidat, sistem dan hasil pemilihan umum kala itu, ditangan mereka musik menjadi kanal informasi  yang lebih bisa dipercaya dibanding media masa.

Tak berhenti disitu, hasil penjualan tiket  tour mereka yang dibandrol sekitar 20 USD, disumbangkan ke penampungan-penampungan tunawisma dan bank makanan untuk orang-orang yang membutuhkan, Prophet of Rage juga aktif mengajak para pendengar mereka atau siapapun untuk terlibat langsung dengan social movement yang mereka inisiasi.

Tidak hanya sekedar menyerukan konten politik dalam musik mereka, apa yang dilakukan Prophet of Rage menjadi instrument untuk menyalurkan rasa frustasi terhadap isu sistem pemerintahan juga menyediakan media untuk siapa saja yang “tersentuh”oleh musik mereka untuk aktif membuat perubahan.

 

Disadur dan dirinkas dari berbagai sumber

 

Foto diunduh dari situs resmi https://prophetsofrage.com/