Blog Image

Blog

REVIEW : R.I.P the Firestarter

March 18, 2019
/
REVIEW
REVIEW : R.I.P the Firestarter image

Sosok “demonic punk” dengan piercing dan rambut spike dengan warna-warna mencolok  lengkap dengan aura mengancam dan agresif Keith Flint menjadi figure yang sangat ikonik  di ranah musik Inggris dan dunia di era 90-an.

The ProdigyBerawal ketika Liam Howlett ( keyboardist-songwriter-produser) menggagas unit musik elektronik bersama Maxim (MC – Vokal) Keith Flint ( Dancer – Vokal) Leeroy Thornhill ( Dancer – keyboardist),mengambil nama dari Synthesiser analog “Moog Prodigy”, terbentuklah The Prodigy di Braintree, Essex, Inggris (1990). Dua album pertama mereka “ Experience” (1992) & “Music for the Jilted Generation (1994) berhasil membawa The Prodigy masuk ke jajaraan Top Chart Album di UK, kedua album tersebut banyak terjual, tetapi mereka menghadapi satu masalah, otak dibalik musik The Prodigy adalah seorang produser jenius bukan Rock Star, Liam howlett bukan seorang frontman, kemampuan memproduksi sebuah hasil rekaman yang keren jauh berbeda dengan kemampuan untuk “menawan” audiens. The prodigy muncul dengan solusi yang radikal, Keith Flint didaulat menjadi Frontman (1996).

Apa yang tampak seperti loncatan keyakinan dari Liam Howlett, terbayar menjadi “menginspirasi”. Apapun kekurangan kualitas Liam sebagai performer, Keith Flint memilikinya. Sosoknya  yang memproyeksikan nuansa  “mengancam”  sekaligus cartoonish sangat  cocok dengan musik Howlett yang makin noise dan gelap. Sebutan “electronic Punk” kian lekat berkat warna vokal Flint yang “kasar” dan “mentah”.

Keiith Flint 2Asupan vokal Flint di beberapa track dalam album ke-3 merekea “The Fat of the Land”, salah satunya single Firestarter, membawa The prodigy ke tangga lagu  No.1 di Top chart Inggris dan sukses menginvasi pasar musik Amerika. Video musik  Firestarter, Smack my bitch Up & Breath, benar-benar  mengekspose sosok “setan” Filnt, kontroversi yang sempat menyebabkan “kepanikan moral” di Inggris dan banyak media yang mencekal penanyangannya, itu justru membuat  nama The Prodigy makin mendunia dan albumnya menembus penjualan lebih dari 10 juta copy. Album mereke setelahnya yang tidak memasukan vokal Flint kurang menghasilkan kesuksesan secara komersil, mungkin karena The Prodigy  disinonimkan dengan  sosok Keith Flint.

Album ke -7 mereka “No Tourist” yang rilis 2 Nov 2018 menjadi album terakhir Keith Flint, setelah mengakhiri hidupnya di kediamanya di Essex 4 Maret 2019 lalu. Keith Flint dan kawan-kawan telah membakar kultur Pop Inggris dan Api yang disulut oleh The Prodigy masih menyala hingga kini.

R.I.P Keith Flint ( 17/09/1969 – 04/03/2019)   

PS : Disadur dari berbagai sumber & Foto diunduh dari @theprodigyofficial 


Website  : WWW.THEPRODIGY.COM