Blog Image

Blog

REVIEW : Breaking The Dance Vol.1

February 28, 2019
/
REVIEW
REVIEW : Breaking The Dance Vol.1 image

Berekspresi dan mengemukakan perasaan, merupakan kebutuhan dasar kehidupan emosi manusia. Seni dengan berbagai bentuknya bisa menjadi salah satu kanal ekspresi, salah satunya tarian.

Tarian telah hadir dalam perkembangan sejarah kebudayaan berabad-abad lamanya, melalui tarian si penari dapat mengekspreiskan perasaan dan emosinya, sekaligus menyampaikan pesan pada audience. Dengan tubuh sebagai instrument, melalui rangkaian gerak, ekpresi non-verbal dapat diabstraksi dan diproyeksikan.

 

BREAKDANCE

FlareLebih dari sekedar bentuk tari, tetapi kultur dengan keunikan dan sejarah-nya sendiri. Breakdance secara umum merupakan style stree dance yang berevolusi sebagai bagian dari pergerakan kultur hip hop dan terlahir dari komunitas  anak muda Afika- amerika dan amerika latin di Bronx bagian selatan, NY, pada era awal 70an.

Di tahun 60an, Afrika Bambaataa , melihat bahwa breakdancing bukan sekedar bentuk tari, tetapi lebih memiliki makna dan tujuan. Bambaataa kemudian membentuk salah satu dance Crew paling awal, The Zulu Kings. The Zulu Kings secara bertahap membangun reputasi sebagai salah satu kekuatan massif pergerakan breakdance.

Rock Steady Crew, juga menjadi bagian penting dari kolketif breakdance dalam sejarah hip-hop, dengan inovasi gerakan akrobatik sebagai bagian dari gerakan breakdance.  Breaking berevolusi dari gerakan headspin dan backspin, ke gerakan powermoves yang lebih rumit dan menantang.

THE DANCE BEGIN

Beberapa gerakan ikonik dari breakdance

TOP ROCKTOPROCK – Rangkaian gerak langkah kaki yang ritmis dengan posisi berdiri, biasanya menjadi gerakan pembukan atau pemanasan untuk gerakan yang lebih akrobatik.






DOWN ROCKDOWNROCK
– Kontras dengan Toprock,  semua rankaian langkah (gerak) kaki dilakukan di lantai dengan tangan sebagai penopang juga menjadi bagian dari variasi-nya.  Melalui downrock, breakdancer bisa memamerkan ketangkasan dan kecepatan kombinasi permainan kakinya. Kombinasi ini biasanya menjadi transisi ke gerakan yang lebih atletis yaitu power moves.

Winmill air FlarePOWER MOVES – Gerakan yang meununtut momentum yang tepat, kekuatan fisik dan stamina yang extra, terutama tubuh bagian atas. Termasuk didalamnya windmill, swipes, headspins, flare, airflare dan variasi gerakan lainya. Power moves banyak diadaptasi dari gerakan gymnastic dan beberapa dari seni beladiri.


FreezeFREEZE, LOCKING & SUCIDE
– Biasa menjadi gerakan penutup, dimana breakdancer menahan badanya diatas lantai denga pose tertentu selama beberapa waktu untuk mempertahankan posisi akhir. Sementara Freeze merujuk pada satu pose, Locking memerlukan transisi tajam dari serangkaian Freeze. Suicide tampak seperti gerakan menjatuhkan diri ke lantai dengan variasi pose dan gerakan.

Meski ada generalitas dari gerakan-gerakan breakdance, banyak para breaker menggabungkan elemen dari gaya berbeda dengan ide dan pengetahuan yang mereka miliki untuk menciptakan karakter unik mereka sendiri. Daerah asal dan influence juga berperan membentuk gaya individual seorang breaker. Dengan ekplorasi yang tanpa batas, breakdance menjadi salah satu kultur dengan energy kreatifitas yang massif. 

Photo diunduh dari Google.com