Blog Image

Blog

REVIEW : The Dunes

September 25, 2018
/
ISSUES , REVIEW
REVIEW : The Dunes image

                                         

 Sebelum tercipta ‘Star Wars’ dan ‘Alien’, Ada Jodorowsky ‘Dunes’.

Jodorowsky Dunes Spaceship 1Mungkin ’Dune’  adalah salah satu karya ber-genre Fiksi – Ilmiah yang epic di era-70an, sangat ambisius dan Avant Garde namun tidak sempat direalisasikan kedalam format sinema. Terlepas dari kenyataan bahwa kelahirannya terhenti dalam bentuk Naskah, Screen Play, Art Book, Setting dan design karakter dan lebih dari 3000 adegan di dalam storyboard-nya, beberapa Film yang Ikonik dan merupakan Epic block buster, seperti, Star Wars (1978), Alien (1979), Indiana Jones : Raiders of the lost Ark (1981), The Terminator (1984), Contact (1997) hingga Prometheus (2012) sedikit banyak sangat dipengaruhi oleh keajaiban Dune versi Alejandro Jodorowsky.

 

Prolog

“ Bagiku film adalah sebuah seni, melebihi industri dan memproduksi film bagiku adalah  perjalanan mencari sebuah jiwa. Sama halnya dengan lukisan, karya-karya sastra dan Puisi. Aku ingin membuat film yang akan memberikan efek halusinasi seperti pada LSD (Lysergic acid diethylamide) , sebuah film yang bisa merubah pesepsi publik.”

“ Ambisiku begitu besar dengan pembuatan Dune, aku ingin menciptakan Messias secara artistik dalam format cinematography , tidak hanya sekedar membuat film tetapi sesuatu yang jauh lebih dalam, sesuatu yang dapat membebaskan pikiran semua orang dari kerangkeng Ego, dogma dan Intelektualitas… Dan dimulailah perjalananku menuju Dune”.                                               

– Alejandro Jodorowsky –

 

Kisah dimulai

Jodorowsky Dunes Character Design 1Setelah sukses mendobrak dengan Film surealis cult : El Topo dan The Holy Mountain (1970-1974) , Alejandro Jodorowsky (17 February 1929 ) melirik Novel Sci-Fi berjudul : Dune, karya Frank Herbert (1965) sebagai project berikutnya.

Di suatu waktu jauh di masa depan, secara general Dune berkisah tentang Paul Atreides beserta tokoh protagonist lainya yang terseret kedalam konfilk antarbintang  memperebutan kekuasaan atas Planet gurun Arrakis, sebagai satu-satunya sumber Melange ,substansi yang paling vital dan sangat berharga di alam semesta.Cerita ini mengeksplorasi interaksi politik, agama, ekologi, teknologi, dan emosi manusia yang berlapis-lapis, ketika faksi-faksi kekaisaran saling berkonfrontasi dalam usaha untuk menguasai Planet Arrakis.

Berakar pada Versi novel-nya, Jodorowsky menerjemahkan karya Herbert dari dunia literatur ke dunia optikal dan auditif yang ajaib, dari setiap detail plotnya ia menangkap makna spiritual yang terkandung didalamnya dan diwujudkan sesuai dengan interpretasinya.

” Ini adalah Dune yang berbeda dari karya aslinya,  Aku benar-benar memperkosa Dune versi Frank Herbert, tetapi dengan penuh rasa hormat dan kekaguman terhadap sang Author,” tuturnya.

Selama  dua tahun pengerjaan naskah film Dune (1974-1976) Jodorowsky membentuk team yang sebagian besar dari mereka adalah seniman yang belum pernah terlibat dalam project pembuatan film. Diantara para “pejuang spiritual”-nya adalah, Jean “Moebius” Giraud, komikus ternama dari Perancis, untuk membuat storyboard dan screen play dengan angle kamera yang detail, Chris Foss, illustrator sampul buku, komik/novel bertema Sci-fi asal Inggris, H.R.Giger seorang seniman dark Surealist asal Swiss yang sekarang kita tau, Giger-lah yang men-design semua yang berhubungan dengan film Alien, satu-satunya personil yang pernah bekerja di ranah perfilman adalah Dan O’Bannon, dikenal sebagai otak di balik film Alien  (1979) juga sebagai produser special effect di film Star Wars (1978).

Beberapa casting aktor yang direncanakan terlibat Film Dune antara lain Salvador Dali, David Carradine, Mick Jagger, bahkan Band Rock dengan vibe Psychedellic asal Inggris Pink Floyd (1965) dan Band Progresive Rock asal Perancis, Magma (1969) direncanakan untuk mengisi soundtracknya.


Kisah berakhir

Jodorowsky Dunes Character Design 2Mereka semua bekerja bersama, membuat gambar, 3000 storyboard, semua design pesawat luar  angkasa , kostum dan karakter design, semuanya dirangkai menjadi buku yang lebih tebal dari buku telepon. Memuat semuanya, mulai dari scene pertama sampai scene akhir, angle dan pergerakan kamera beserta semua potongan dialog.

Saat akhirnya mereka membawa purwarupa ‘Dune’ untuk dipresentasikan  ke beberapa studio mainstream di Hollywood ( Warner Bros, Walt Disney, Paramount Picture, MGM dan Universal Studio, dll) , Ironisnya,  setelah estimasi finansial tentang budget produksi dan Income , semua studio menolaknya,mereka tidak mempercayai ide dan visi seorang Jodorowsky tentang film Fiksi – Ilmiah yang dibuatnya , dan project Dune pun terhenti.

Mungkin tidak terealisasinya Dune adaptasi-an Jodorowsky dikeranakan ketidakmampuan para eksekutif Hollywood untuk mencerna dan menilai materi yang terkandung didalamnya. Mereka bukan designer atau seniman, kebanyakan dari mereka adalah akuntan.

Mungkin juga karena mereka terlalu takut untuk mengangkat tema dengan muatan ide –ide spiritual dan metafisik yang kompleks.

Pemikiran Alejandro Jodorowsky jauh melebihi masanya, sangat mungkin jika buku kumpulan art work dan Story board-nya tersebar di studio-studio besar Hollywood. Dune-nya akan tetap menjadi salah satu Film terhebat yang tidak pernah dibuat. Tetapi pengaruhnya, atau skala-nya yang massif, akan tetap memanifestasikan “sidik jarinya” dalam film-film Fiksi—ilmiah di generasi mendatang.

Jodorowsky Dunese Spaceship 2“ Dune-Ku, telah mati, tetapi Dune akan tetap berada dalam dunia mimpi, dan terkadang sebuah mimpi dapat mengubah Dunia,  mimpi ku tidak akan mati, bagiku kegagalan hanyalah sebagai pertanda untuk merubah arah perjalanan Ku.”


Referensi :


http://www.jodorowskysdune.com/


http://www.duneinfo.com/unseen/jodorowskys-dune-uncovered






Trailer Dokumentasi Jodorowsky 'Dune'