Blog Image

Blog

REVIEW : The Legend

August 31, 2018
/
ISSUES , REVIEW
REVIEW : The Legend image

 

“If were all saying that rap is an art form the we gotta be more responsible for our lyrics, if you see everybody dying because of what you’re saying. It don’t matter, that you didn’t make them die. It just matters that you didn’t save them” –Tupac Shakur-

 

Beberapa dekade kebelakang, Rap/ hip hop culture selalu dikorelasikan dengan isu-isu bernada sinis. Mulai dari hype-nya isu persaingan antar kubu West coas VS East coast, hingga isu yang dikaitkan dengan terbunuhnya ikon rapper Tupac Shakur ( 7/9/1996) dan kematian  Notorius BIG (8/3/1997). Rap dan hip hop culture kembali mengalami masa kelam saat dikultus menjadi penyebab peristiwa pembantaian di Denver High school, Littleton, Colorado pada Desember 2013 lalu. Media dan pihak berwenang menduga maraknya tindak criminal dan perilaku kekerasan di kalangan anak muda Amerika kala itu disebabkan oleh muatan lirik didalam musik Rap. Banyaknya kritikan dan tudingan terhadap musik rap dikarenakan banyak orang yang  melewatkan point dari Rap.

Rap, seperti musik lainnya, akan sulit dipahami jika tidak mengenal konteks sejarah dan konteks sosialnya. Sekarang, musik Rap berusaha kembali merefleksikan “Akar”-nya didalam budaya hip hop kalangan uRban dan kelas perkeja keturunan Afrika-Amerika . Kembali pada fungsinya sebagai “Suara” yang mewakili kalangan yang tersisihkan.

Beberapa kalangan bahkan menyebut Rap sebagai CNN-nya kaum urban Afrika-Amerika. Para rapper, melauli live perform dan album rekaman mereka “becerita” dan membagi berita tentang kehidupan mereka, tentang lingkungan mereka, isu-isu sosial, bahkan politik, menyuarakan ketidakpuasan terhadap regulasi dan mengkritisi pihak yang menyalahgunakan kewenangan. Dalam hal ini para rapper direpresentasikan sebagai suara dari masyarakat bawah dan mewakili generasi muda Afrika-Amerika yang secara general disalahpahami oleh media-media mainstream. Mereka berkontribusi dalam melestarikan sejarah kebudayaan kontemporer keturunan Afrika-Amerika.

Terlepas dari tudingan, diskriminasi dan ekploitasi komersil secara besar-besaran terhadap Rap juga budaya hip hop dan meski banyak yang memandang Rap hanya dari kacamata dunia hiburan, genre musik yang juga berisisan dengan wilayah sastra dan seni drama ini memiliki potensi untuk membangun kesadaran terhadap isu-isu sosial, ekonomi dan politik, bahkan menyatukan suara-suara yang tidak terwakilkan.

CROSSOVERBDG “membangkitkan” kembali Legenda hip hop yang menginspirasi dan berkontribusi di ranah hip hop culture.

Hip hop legend series adalah Sebuah penghormatan terhadap Eazy E,  Tupac Shakur, Notorious BIG dan Jay Master James.

 

As sun decend in the West Vol.1

Eazy E

Eazy ETerlahir dengan nama Eric lynn wright ( 7 September 1964 – 26 Maret 1995) di Compton,California. Rapper yang Tergabung di Line up N.W.A ini lebih dikenal dengan nama aliasnya Eazy E dan dikenal sebagai pioneer dari “Gangsta Rap” (salah satu sub genre dalam musik hip hop).

Sebelum terjun ke ranah hip hop & industry musik, Eric muda menopang hidupnya dengan menjual obat-obat terlarang, di jalanan California.

Mengutip dari buku berjudul Ruthless : A memoir karya Jerry Heller (salah satu kolega Eazy E) “ Menjadi pengedar obat-obatan terlarang adalah caranya untuk mempertahankan diri, karena lingkungan tempat dia tumbuh sangat berbahaya dan Eric bertubuh kecil. Dengan berstatus “pengedar” & “thug” dirinya mendapatkan pengakuan,penghargaan bahkan keamanan dilingkunganya.

Pada usia 22 tahun (1986), setelah kematian sepupunya dalam baku tembak antar Gang,Eric menginvestasikan hasil penjualan obat-obatan terlarang dengan mendirikan Ruthless Record dan mulai menjajaki ranah industry musik hip hop.

Debut pertamanya adalah N.W.A bersama dengan kolega lainya Arabian prince, Dr. Dre dan Ice Cube, DJ Yella dan MC Ren bergabung kemudian. Album kompilasi N.W.A & the Pose dirilis 6 November 1987. Album solonya yang bertitle Eazy Duz it rilis pada 16 September 1988, 12 track dengan konten seputar dunia hitam California dan “Thug” ini dianggap sebagai cetak biru dari sub Genre Gangsta rap & hip hop Westcoast. Album yg diproduseri oleh Dr.Dre & DJ yella ini berhasil meretas angka penjualan 2,5 juta copy di seluruh Amerika dan memberikan jalan mulus bagi album N.W.A “Straight outta Compton” yang diriis satu bulan sebelumnya (8 agustus 1988). Setelah konflik internal yang terjadi antara tahun 1991-1994 N.W.A resmi dibubarkan.

Eazy E meninggal diusia 30 tahun akibat komplikasi AIDS. Album terakhirnya yang bertittle “str8 off tha streetz od muthaphukkin compton” dirilis setelah 8 bulan kematianya.

Eazy E dikenang sebgai rapper dengan karakter rap dan musik yang unik. Mix  antara P-Funk, Def Jam hip hop & sound electro era 80-an, memaksimalkan sisi fungky dan uniknya, dan dianggap sangat revolusioner di era 80-an. Sosok Eazy E dan karya-karyanya tetap tercatat dalam sejarah hip hop sebagai “God father of Gangsta rap” & sebagai salah satu pioneer musik hip hop.

As sun decend in the West vol.2

Tupac shakur

Tupac ShakurTerlahir dengan nama Lesane Parish Crooks, Rapper asal Manhattan , kelahiran 16 Juni 1971 ini lebih dikenal dengan nama Tupac Amaru Shakur A.K.A Makaveli. Nama Tupac Amaru yang berarti Ular bersinar ini diambil dari kaisar Inca yang memimpin pemberontakan terhadap kolonialisme bangsa Spanyol di Peru pada abad ke-18.

Tupac mengawali karirnya sebagai road crew, penari latar & menjadi MC di digital underground. Debut rekamanya dimulai antara tahun 87-90 an, bersama Underground Digital berupa album EP bertitel “This is an EP Release “ & “Sons of P”.

Baru kemudian sekitar tahun 1991 album solo pertamanya bertitel “2pacalypse now” dirilis dibawah bendera Interscope Records. Dibesarkan di keluarga aktivis Black Panther (Kelompok gerakan nasionalis kulit hitam Amerika) mempengaruhi idealisme dan persepsinya tentang politik serta kondisi sosial kala itu. Hal ini direflesikan di lirik-likrnya. Tiga single andalan dialbum ini “Brenda got a baby”, “Traped” dan “If my homie calls”.

Pada February 1993. Album “Strictly 4 my N.I.G.G.A.Z “, dirilis, album kedua ini berhasil bertengger di chart ke 24 Billboard 200 Amerika. Di album ini juga Shakur membuat track yang menegaskan sudut pandang sosial dan politiknya. Berorientasi dengan sound indie-rap album ini meretas single-single seperti “Keep ya head Up”, “ I Get Around” dan berhasil menerobos strata platinum.

Album ke-3 “Me against the world” dianggap sebagai Magnum Opus dari Tupac Shakur dan diakui sebagai album hip hop yang paling meng-inspirasi sepanjang masa. Single pertama “dear mama” dirilis di February 93, “So many tears” dan “Temptation” berhasil merajai chart Billboard 100 Amerika.

“All Eyez on me” album ke-4, dirilis 13 Februari 1996 dibawah naungan Deathn Row records & Interscope records. Album ini diakui sebagai album terpenting di ranah hip hop era 90-an.

The Don Killuminati : The 7 Day Theory merupakan album pertama dan satu-satunya dari Tupac dengan menggunakan nama Makaveli. Album yang dirilis setelah terbunuhnya Tupac Shakur lebih memaparkan sisi personal seorang Tupac. 12 track total penuh emosi dan kemarahan ini sangat dikagumi oleh komunitas-komunitas Hip hop dan para rapper di Amerika.

 

2Pac Legacy

Musik dan filosofi Tupac Shakur hingga kini  masih mengakar dihati orang-orang Amerika, Afrika- Amerika dan untuk setiap orang yang mengenal karya-karyanya. Kecintaanya terhadap dunia teater dan sastra sangat mempengaruhi karya-karyanya.

Jurnalis musik Chuck Philip (Los Angles times, Rolling Stone & All Hip hop Megazine) begitu mengagumi sosok alumnus Baltimore school of Arts ini. “Saya menyukai literatur-literatur kuno & kitab suci,mitos, saat Tupac hadir dengan karyanya, dia adalah puisi. Tidak hanya cerdas mengemas Rhyme & Rythem, Saya kagum dengan attitudenya. Rap-nya adalah musik “Protes” yang disampaikan dengan cara yang tidak terpikirkan sebelumnya. Dia adalah seniman yang berani & cerdas. Memiliki banyak sisi dan tidak pernah takut mengeksplore sisi Rapuh dan sensitifnya.”

Dalam karya-karyanya Tupac membagi kesadaran sosial, meng-counter ketidakadilan sosial, kemiskinan, isu diskriminasi dan tindak kekerasan oleh pihak berwenang. Tupac juga menyebarkan visi tentang kepedulian terhadap sesama.

Kematianya di usia 25 tahun telah “mengheningkan” salah satu suara yang lantang dalam sejarah musik Hip Hop. Puisi dari gettho yang menyuarakan tentang keterasingan kaum pinggiran, narasi yang berhasil menyentuh dan melampaui perbedaan ras, strata dan latar belakang sosial.

 

 

 

 

Jurney to the east

Notorious BIG

Notorious BIGTanggal 9 Maret, dua puluh satu tahun yang lalu, Ranah musik hip hop telah kehilangan salah satu rapper yang sangat menginspirasi dan berpengaruh. Christopher George Latore Wallace a.k.a  The Notorious BIG  a.k. a Biggie a.k.a Biggie smalls, menutup usianya.

Sepanjang karirnya di Dunia Hip hop Notorious BIG menjadi tokoh sentral di scene East coast Hip Hop & berhasil menyamai kasta scene west coast Hip Hop yang kala itu mendominasi ranah hip hop mainstream.

Kecintaanya terhadap Rap dan hip hop culture telah terlihat saat remaja.Wallace muda sering kali tampil di jalanan bersama grup lokal The Old Gold Brothers and The Thecnique. Tumbuh besar di Brooklyn, New York, Wallace muda terlibat dengan jaringan pengedar obat-obatan terlarang. Saat berusia 17 tahun diirinya dikeluarkan dari Westing house Carrer dan technical education school dan semakin membuatnya terlibat jauh dengan dunia kriminal Brooklyn.

Diantara tahu 1989-1990 Wallace telah didakwa dengan tuntutan penyerangan dengan senjata & pelanggaran saat dia menjalani masa bebas bersyarat. Setalah bebas dari penjara, Wallace membuat demo rekaman dengan nama Beggie smalls. Awalnya Demo ini dibuat begitu saja tanpa pretensi untuk di publish oleh label, tapi kemudian dipromosikan oleh Mister Cee, DJ asal New York yang sempat terlibat proyek kolaborasi dengan Big Daddy Kane, dan berkahir ditelinga editor majalah the Source.

Maret 1992 review demo yang dibuat Biggie mengisi kolom Unsigned Hype di majalah The Source. Hal ini membuka jalan untuk beberap projek rekaman, diantaranya bersama Heacy D and the Boyz. Beberap waktu kemudian Biggie small resmi bergabung dibawah naungan Bad Boy Record  milik Sean “ Puff Daddy” Comb.

13 September 1994, debut albumnya yang bertitle “Ready To Die” dirilis & mendapat respon positif dari kalangan penikmat, kritikus music dan records label. Berkat single “ Juicy” dan “ Big Poppa”, album ini berhasil menembus posisi 13 di Billboard 200 Chart dan diapresiasi dengan mendapat 4 kali Platinum album. Album ini dirilis saat scene West coast hip hop merajai ranah mainstream, dan berhasil mencuri atensi dunia tertuju kembali ke East coast hip hop.

16 hari setelah kematianya album kedua dengan format double-disc diriis dengan title “Life After Death”.Lead single “Hipnotize” menjadi video terakhir dari BIG, di ikuti oleh “Mo Money Mo problem” feat Puff Daddy, dua single ini sukses membawa album ini diposisi 1 di Billboard 200 chart.

“Born Again” dirilis Desember 1999. Album ketiga BIG ini berisi materi-materi unreleashed track, juga beberapa kolaborasi bersama musisi-musisi lain.

 

BIG Legacy

Ryhme dan musik BIG adalah sebuah autobiografi yang detail menuturkan perjalan hidupnya. Kisah seputar dunia mafia, cerita tentang keterlibatanya dengan obat-obatan terlarang, kehidupan glamour sampai ke pemikiran kritis bernada humor dan romantika berhasil disuguhkan BIG  dengan penuh kejujuran dan emosional.  Sebuah Monolog dari jalanan Brooklyn, NY.

Majalah Rollingstone dalam salah satu artikelnya, “ Ryhme dan Musik Notorious BIG , adalah  lukisan frekuensi suara yang penuh energy yang akan membawa pendengarnya kedalam kisah yang dituturkan BIG.”

Dengan semua pencapaianya di ranah hip hop Notorious BIG didaulat sebagai penyelamat scene East Coast Hip Hop. 17 tahun berlalu setelah kematianya karya-karya BIG tetap menginspirasi para musisi rap.

 

 

Jay Master James

Jay Master JamesTerlahir di Brooklyn 21 Januari 1965, Jason Mizell sebelum mengenal turntable, menghabiskan masa remaja dengan bermain dibeberapa band sebagai pemain Bass, gitar & Drum. Pada Usia 13 tahun dan setelah kepindahanya ke Queens Jason Mizell jatuh cinta pada turntablelism, berkat pengalaman & pengetahuan bermusiknya dia bergabung dengan teman-teman SMA-nya, Joseph Simmons & Dany McDaniels sebagai DJ dari RUN DMC, menggunakan nama Jam Master Jay, dirinya berhasil menciptakan sound-sound signature dari Run DMC yang kemudian menjadi influence bagi musisi-musisi rap lainya, hingga saat ini.

Berkat signature beat-nya yang mendukung delivey RUN DMC yang cenderung keras, Jam Master Jay dengan cepat dikenali sebagai DJ handal. Album “king of rock” memngukuhkan RUN DMC diranah hip hop era pertengahan 80-an. Di susul dengan kesuksesan “Raising Hell” (1986) album dimana Jay unjuk kebolehan bermain keyboard , bass dan mengisi live track drum, di album ini terdapat single yg viral yaitu “ Walk this way” sebuah versi rap dari lagu hits Aerosmith (1975), dikemas ala tag-team antara RUN DMC, JMJ turntable dengan vocal serak Steven Tyler dan Riff rock blues Joe Perry- memberikan mereka status yang dihormati di ranah hip hop.

Setelah beberapa album dari RUN DMC, “Tougher than Leather (1987) & “Back from Hell (1990), mereka memasuki masa hiatus,  JMJ  kemudian mendirikan record labelnya sendiri bernama JMJ rec dan berhasil memproduksi album dari Onyx “Bacdafucup” (1993), “All we gotz is us (1995) & “Shut em Down (1998). Ditahun 1993 RUN DMC kembali merilis album “Down with the king”, walau tidak menuai sukses seperti karya mereka sebelumnya, album ini berhasil mengukuhkan posisi mereka di scene hip hop.

Dua tahun setelah dirilisnya album “ Crown Royal “ (2000) dan menyelesaikan rangkaian promo tour   RUN DMC bersama Aerosmith. Tepat tanggal 30 Oktober 2002 sang DJ Master meninggal di studionya.