Blog Image

Blog

REVIEW : Missing Puzzle

August 21, 2018
REVIEW : Missing Puzzle image

Initiall                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 

Berbanding lurus dengan makin elusif-nya  media massa, setiap individu dapat dengan mudah mengakses berbagai macam informasi melalui kanal-kanal digital atau media sosial dengan ragam fiturnya.Hal ini menyebabkan komunikasi visual seperti foto, dan lainya , menjadi  bagian yang tidak dapat dipisahkan dari aktifitas komunikasi  sosial dan menjadi bagian integral dari kebanyakan orang.

Ranah Fotografi beserta pelakunya (fotografer)  dituntut untuk semakin aktual, kreatif dan tetap bisa mempertahankan esensi “komunikasi” melalui hasil tangkapan visualnya.  Bagi seorang fotografer, tentunya hasil karya fotografer lainya bisa menjadi influence. Hasil “tangkapan” mereka dapat memicu kreatifitas , dan merangsang untuk mencoba hal-hal baru, menghasilkan formula baru dan idealnya menemukan karakter/style kita sendiri.

Dari sekian banyak Fotografer yang bisa dijadikan referensi, salah satunya adalah: Vivian Maier.

 

Exposure

I.I  Serpihan teka-teki

Vivian maier 2Tahun 2007, dua tahun sebelum kematianya, Maier tidak bisa meneruskan pembayaran dari gudang yang ia sewa di Chicago Utara. Alhasil, foto yang masih berupa negatif, rekaman audio dan film 8 mm yang ia simpan dilelang. Koleksi karya-karya Maier yang terkumpul selama kurang lebih lima dekade jatuh ke tangan tiga kolektor foto : Jhon Maloof, Ron Slattery dan Randy Prow.

Jhon Maloof, berhasil mendapatkan kurang lebih 30 ribu hasil tangkapan Vivian Maier yang masih berupa negatif. Dua tahun setelahnya, Maloof mulai mencetak sebagian negatif  film yang ia miliki, mengikuti intuisi-nya, dia menemukan bahwa hasil foto Vivian memiliki nilai yang lebih dari hanya sekedar kumpulan dokumentasi visual dari jalanan kota New York dan Chicago di era 50-an dan-60 an, dan mulai mengunggah foto-foto Vivian di akun Flickr miliknya, dan pada akhirnya menjadi viral. Penasaran dengan siapa Vivian Maier, pencarianya bermuara pada alamat rumah tempat si fotografer misterius pernah bekerja,  apakah dia seorang Jurnalis? Atau fotografer propesional?, bukan, Vivian Maier adalah seorang pengurus rumah tangga dan pengasuh anak.

 Bagaimana bisa seorang pengurus rumah tangga dan pengasuh anak menghasilkan begitu banyak foto yang luar biasa?

Terdorong dengan keinginan memperkenalkan Vivian Maier pada dunia, Maloof tanpa henti mencetak dan mengupayakan karya-karya Vivian untuk masuk ke galeri-galeri di Chicago. Baru setelah Maloof berhasil melakukan eksibisi di ruang pamer Chicago Culture Centre, karya-karya Vivian mulai menuai apresiasi.

Sejak penemuan foto-foto Maier dan penelusuran Maloof,  mereka telah mendapat apresasi dan atensi internasional dari banyak media main stream, dan karyanya telah muncul dalam pameran di berbagai belahan dunia, beberapa buku , dan film dokumenter.

 

I.II Vivian Maier

Vivian maier“Kita harus membuat ruang untuk orang lain. Seperti roda, kita mengendarainya dan berakhir di tempat tujuan, dan orang lain juga memiliki kesempatan yang sama, untuk sampai di tempat tujuan, dan setiap orang berhak mendapatkan ruang untuknya sendiri, dan begitu seterusnya.” –Vivian Maier –­

 

Sosok perempuan enigmatic dengan kamera Rolleiflex twin-lens reflex 8mm menggantung di lehernya. Dia akan “menangkap”apa saja , siapa saja dan di mana saja dia berada, memotret orang tua, tunawisma, anak-anak, manekin,  boneka di tempat sampah , self portrait atau bayanganya sendir.

Jika seorang street photographer diharuskan memiiki kualitas, seperti memiliki atensi pada detail, mampu mencecap cahaya dan memanfaatkanya, komposisi, timing  yang tepat, dan intensitas yang tak kenal lelah untuk menangkap dan tidak melewatkan moment, maka Vivian Maier memiliki semuanya, seorang nanny yang dari tahun 1950-an sampai dengan 1990-an telah mengambil kurang lebih 150 ribu foto diseluruh dunia – dari Perancis hingga Jalanan kota New York dan Chicago juga Negara lainya.

Hasil karya Maier yang paling dikenal adalah foto Hitam-Putih yang merekam jalanan Kota Chicago dan New York di era 50-an/60-an. Dalam fotonya, Vivian menarasikan kembali secara artistik dan kreatif emosi, nuansa dan realita dari objek-objek yang ditangkapnya. Persepsinya tentang manusia  beserta perilakunya, selera humor dan kepekaanya terhadap tragedi seakan menjadi pusat gravitasi yang dapat menarik orang-orang untuk berusaha memahami siapa sosok dibalik karya-karyanya dan apa yang dituturkanya.

The New York Times, dalam salah satu artikelnya, meyebutkan bahwa karya-karya Vivian Maier  mengingatkan kepada para pioner street photography, dengan sisi estetisnya sendiri.Hasil karya Vivian sangat layak untuk masuk kedalam catatan sejarah street photography abad ke 20.

Vivian Dorothy Maier ( 1 Februari, 1926 –  21 April,2009), selama 40  masa hidupnya telah menghasilkan banyak karya yang menyentuh berbagai kalangan, kritikus, author, fotografer professional hingga para penikmat seni dan fotografi. Vivian Maier dengan kisahnya yang misterius turut merekonstruksi wajah street fotography di abad ke-20.

 

 

Sumber utama www.vivianmaier.com

Foto diunduh dari sumber yang sama.