Blog Image

Blog

PROFILE : Onde and Ladies on The Wall

July 24, 2018
/
INTERVIEW , ISSUES , PROFILE
PROFILE : Onde and Ladies on The Wall image

 

Tentang Ladies on Wall

 

LADIES ON THE WALL adalah event gathering tahunan para writer wanita di Indonsia dan  merupakan event besar skena graffiti wanita Indonesia. Di tahun ke-4nya Ladies on the wall 2017 dieksekusi di Bandung, tepatnya di Istana kawaluyaan, Buah batu tanggal 19-20 Agustus.

 

Perempuan dan Seni Vandal

 

Paradigma negatif tentang  kaum hawa  penggiat seni vandal (graffiti & mural) lambat laun mulai terkikis  seiring dengan makin intense-nya  pergerakan para penggiat graffiti wanita di Indonesia. Salah satu dari sekian banyak dari penggiat Graffiti Wanita Indonesia adalah Onde.

 

Disela-sela persiapannya berpartisipasi dievent LADIES ON THE WALL, writer perempuan asal Bandung ini menyempatkan bertandang ke markas CrossoverBDG. Berbicang-bincang  santai tentang kekaryaan, passion-nya di ranah seni vandal.

Mulai kecanduan dengan seni vandal  dan mulai turun ke jalan ditahun  2012, hal yang paling dinikmati seorang Onde adalah proses saat dia membuat karya dan interaksinya dengan orang-orang yang ada diruang publik, baginya ruang publik adalah galeri-nya, ruang pamer dimana orang-orang bebas mengapresiasi ,mengkritisi atau bahkan menghapus karya-karyanya.

Mengaku terinspirasi oleh seniman jalanan Os Gemeos (Sao Paulo, Brazil), Stereo Flow (Bandung) dan Darbotz (Jakarta), Onde mengembangkan karakternya sendiri yang diberi nama Jengke (Jinjit dalam bahasa Indonesia), dengan si Jengke, Onde ber-narasi tentang isu-isu personal dan kadang hal-hal satir yang dirasakanya.

Bagi writer perempuan yang kini kuliah semester 3 di fakultas Desain disalah satu kampus swasta di Bandung, graffiti danl mural adalah salah satu saluran untuk memenuhi kebutuhan spiritualnya.

Kontroversi yang lekat dengan seni vandal ini terus menuai pro dan kontra, meski demikian seni jalanan ini tetap berkembang, akan tetap menjadi insignia sebuah generasi, tetap mewarnai sudut-sudut monton ruang publik, tetap menuai cibiran bagi penegak regulasi tata kota, dan tetap dikagumi bagi para pecinta kebebasan ber-estetika.