Blog Image

Blog

EVENT: LADIES ON THE WALL BANDUNG 2017

May 13, 2018
/
EVENT , PROFILE , REVIEW , Video
EVENT: LADIES ON THE WALL BANDUNG 2017 image

Tentang Ladies on Wall
LADIES ON THE WALL adalah event gathering tahunan para writer wanita di Indonsia dan
merupakan event besar skena graffiti wanita Indonesia. Di tahun ke-4nya Ladies on the wall
2017 akan dieksekusi di Bandung, tepatnya di Istana kawaluyaan, Buah batu tanggal 19-20
Agustus.


Perempuan dan Seni Vandal
Paradigma negatif tentang para kaum hawa penggiat seni vandal (graffiti & mural) lambat laun
mulai terkikis seiring dengan makin intense-nya pergerakan para penggiat graffiti wanita di
Indonesia. Salah satu dari sekian banyak dari penggiat Graffiti Wanita Indonesia adalah Onde.
Disela-sela persiapannya berpartisipasi dievent LADIES ON THE WALL, writer perempuan asal
Bandung ini menyempatkan bertandang ke markas CrossoverBDG. Berbicang-bincang santai
tentang kekaryaan, passion-nya di ranah seni vandal.
Mulai kecanduan dengan seni vandal dan mulai turun ke jalan ditahun 2012, hal yang paling
dinikmati seorang Onde adalah proses saat dia membuat karya dan interaksinya dengan orang-
orang yang ada diruang publik, baginya ruang publik adalah galeri-nya, ruang pamer dimana
orang-orang bebas mengapresiasi ,mengkritisi atau bahkan menghapus karya-karyanya.
Mengaku terinspirasi oleh seniman jalanan Os Gemeos (Sao Paulo, Brazil), Stereo Flow
(Bandung) dan Darbotz (Jakarta), Onde mengembangkan karakternya sendiri yang diberi nama
Jengke (Jinjit dalam bahasa Indonesia), dengan si Jengke, Onde ber-narasi tentang isu-isu
personal dan kadang hal-hal satir yang dirasakanya.
Bagi writer perempuan yang kini kuliah semester 3 di fakultas Desain disalah satu kampus
swasta di Bandung, graffiti danl mural adalah salah satu saluran untuk memenuhi kebutuhan
spiritualnya.
Kontroversi yang lekat dengan seni vandal ini terus menuai pro dan kontra, meski demikian seni
jalanan ini tetap berkembang, akan tetap menjadi insignia sebuah generasi, tetap mewarnai
sudut-sudut monton ruang publik, tetap menuai cibiran bagi penegak regulasi tata kota, dan
tetap dikagumi bagi para pecinta kebebasan ber-estetika.